Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

PM Takaichi Tegaskan Tolak Tarik Pernyataan Taiwan, Hadapi Tekanan Diplomatik Tiongkok ​

Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
PM Jepang Sanae Takaichi (Foto: AFP)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co,TOKYO – Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menegaskan sikapnya untuk tidak akan menarik kembali pernyataan kontroversialnya mengenai Taiwan, meskipun kini menghadapi tekanan diplomatik dan ekonomi yang semakin intens dari Tiongkok. Keputusan ini menunjukkan posisi tegas Tokyo dalam menghadapi potensi krisis keamanan regional, menjadikan perselisihan ini sebagai ujian diplomatik besar pertama bagi kepemimpinan Takaichi.

​PM Takaichi menyatakan bahwa posisi Pemerintah Jepang tetap konsisten dan tidak berubah. “Mengenai situasi yang mengancam keberadaan Jepang, pemerintah akan membuat penilaian komprehensif berdasarkan seluruh informasi yang tersedia, dengan mempertimbangkan kondisi spesifik dari setiap situasi aktual yang muncul,” ujar Takaichi, seperti dilansir RMOL, Jumat (21/11/2025).

Baca Juga : Tiba di Tokyo, PM Jepang Ucapkan Selamat atas Kemenangan Prabowo di Pilpres 

Ia menambahkan bahwa dirinya telah berulang kali menyampaikan posisi yang sama dalam berbagai kesempatan.

Takaichi merupakan pemimpin Jepang pertama dalam beberapa dekade yang secara terbuka mengaitkan potensi krisis di Selat Taiwan dengan kemungkinan pengerahan pasukan pertahanan Jepang. Respons Beijing pun datang dalam bentuk kecaman keras, kampanye tekanan diplomatik, hingga langkah-langkah ekonomi yang signifikan, termasuk penundaan impor makanan laut dan penahanan persetujuan film-film Jepang.

Meskipun Tiongkok meningkatkan tekanannya, Takaichi berupaya meredakan ketegangan dengan menyatakan keinginan Jepang untuk memperbaiki hubungan bilateral pasca pertemuannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC pada Oktober lalu.

"Presiden Xi dan saya menegaskan arah besar untuk memajukan hubungan strategis dan saling menguntungkan serta membangun hubungan yang konstruktif dan stabil. Tidak ada perubahan sama sekali pada sikap ini,” kata PM Jepang tersebut.

Baca Juga : Setahun Menjabat, PM Jepang Ishiba Mengundurkan Diri Bersama Kabinetnya
Namun, Beijing tampak belum menunjukkan tanda-tanda melunak. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, memperingatkan Tokyo bahwa jika pernyataan Takaichi mengenai Taiwan tidak ditarik, maka Beijing akan mengambil tindakan balasan yang serius. Sumber-sumber diplomatik menyebutkan bahwa pertemuan antara pejabat Jepang dan Tiongkok pada awal pekan ini juga belum menghasilkan kemajuan berarti, menandakan ketidakpuasan Tiongkok terhadap hasil pembicaraan.

(*/Nusantaraterkini.co)