Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Sandi Nugroho menetapkan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu agenda prioritas dalam Commander Wish 2026 yang disampaikan secara resmi kepada seluruh jajaran, Senin (16/2/2026).
Kebijakan strategis ini bertujuan memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sekaligus mendukung program prioritas pemerintah pusat di wilayah Sumatera Selatan.
Baca Juga : Polda Sumsel Ringkus 137 Tersangka Kasus 3C Selama Mei 2026
Dalam arahannya, Sandi menekankan pentingnya peran kepolisian dalam menjaga kualitas hidup masyarakat melalui pengawasan distribusi dan keamanan pangan.
Baca Juga : Polda Sumsel Tangkap Empat Tersangka Manipulasi 12 Ribu IMEI Ilegal di Palembang
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan, jika personel di lapangan diinstruksikan untuk terjun langsung memantau rantai pasok pangan agar program nasional tersebut berjalan tanpa kendala.
"Kami berkomitmen penuh dalam mendukung program MBG melalui pengawasan standar higiene dan keamanan pangan demi melindungi masyarakat," ujar Nandang saat diwawancarai langsung usai kegiatan Commander Wish 2026.
Baca Juga : Realisasi MBG Naik 17,5 Persen, Pemerintah Gelontorkan Rp88,15 Triliun hingga Mei 2026
"Kapolda Sumsel juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk memperkuat deteksi dini dan respons cepat, terutama dalam mengamankan rantai pasok pangan serta mencegah penimbunan kebutuhan pokok," sambungnya.
Baca Juga : Tiga Petinggi BGN Dibekuk Kejagung, FABEM Desak Usut Tuntas hingga ke Akar
Selain fokus pada program MBG dan kedaulatan pangan, Polda Sumsel juga akan memperketat pengamanan Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti New Palembang Port serta memberantas praktik judi online dan narkoba hingga ke akar-akarnya.
Mengenai kedisiplinan internal, pimpinan Polda Sumsel menegaskan akan menerapkan kebijakan zero tolerance atau tanpa kompromi bagi personel yang melakukan pelanggaran.
"Pimpinan memberikan arahan tegas bahwa tidak ada kompromi bagi praktik korupsi maupun penyalahgunaan wewenang. Kami fokus pada pelayanan yang transparan dan akuntabel melalui digitalisasi layanan publik demi meningkatkan kepercayaan masyarakat," pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
