Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Polemik Bendera Aceh: Anggota DPD RI Azhari Cage Ingatkan Aparat Jangan Represif ​

Reporter :  Luki Setiawan
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota DPD RI Azhari Cage menilai membawa bendera Aceh merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terkait status bencana nasional yang tak kunjung ditetapkan, Jumat (26/12/2025).(foto:istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA-Menyikapi pengibaran bendera Bintang Bulan, anggota dewan perwakilan daerah (DPD) RI Azhari Cage mengingatkan Pemerintah Pusat dan aparat keamanan untuk menghormati kekhususan Aceh. Azhari menilai aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terkait status bencana nasional yang tak kunjung ditetapkan.

"Aksi itu saya melihat sebagai bentuk kekecewaan masyarakat Aceh karena bencana Aceh dan Sumatra tidak ditetapkan sebagai bencana Nasional," ujar Azhari Cage, Jumat (26/12/2025).

Baca Juga : TNI Bubarkan Aksi Bendera GAM di Lhokseumawe, Satu Orang Ditangkap 

Azhari mengingatkan, situasi musibah saat ini jangan lagi menambah kekecewaan masyarakat dengan cara-cara reprensif, apalagi sampai terjadi pemukulan terhadap masyarakat.


"Kita tidak ingin damai yang sudah terwujud di Aceh ini selama 20 tahun ini terganggu, dan perlu kita mengetahui bahwa bendera Aceh itu telah menjadi Qanun Aceh yaitu Qanun Nomor 3 Tahun 2013 dan masih tercatat di dalam lembar daerah Aceh yang sifatnya masih bersifat politik, karena masih belum ada kejelasan dengan pemerintah pusat," ujar Azhari Cage.

Menurutnya, langkah-langkah politik dan persuasif perlu dilakukan ketimbang dengan cara-cara refrensif.

"Saya dalam menjalankan tugas-tugas MPR sosialisasi empat pilar selalu menekankan, keadilan, musyawarah dan mufakat serta memperhatikan kearifan lokal sebagai solusi penyelesaian masalah," kata dia.

Kata Azhari, dalam UUD 1945 juga diatur untuk menghormati daerah-daerah khusus dan bersifat istimewa. Oleh karena itu, ia berharap semua pihak memperhatikan hal ini. Sebab, kata dia, ada luka lama traumatis masyarakat Aceh akibat konflik dulu.

Baca Juga : AJI Lhokseumawe Kecam Oknum TNI yang Rampas dan Rusak Ponsel Jurnalis di Aceh Utara 

"Mari kita bersama-sama pulihkan bencana ini  dan kita juga mengharapkan untuk cerdas menyikapi setiap isu dan jangan mudah terprovokasi, apalagi dengan isu-isu yang tidak ada penanggung jawabnya. Sekali lagi kita tekankan mari kita hormati hak-hak dan kekhususan yang Aceh miliki dan kita berharap Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat untuk segera menyelesaikan polemik bendera Aceh, agar masyarat Aceh tidak  menjadi korban gara-gara bendera ini belum tuntas kejelasannya," pungkas  Azhari Cage.

(Cw1/Nusantaraterkini.co)