Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Polres Langkat Disebut Lamban Tuntaskan Kasus Kepala Desa Kuala Musam yang Bacok Warganya

Editor :  Redaksi2
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Korban yang terkena bacokan usai bentrokan dua OKP di Desa Kuala Musam, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, LANGKAT - Penyidik Polres Langkat disebut-sebut lamban dalam menuntaskan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Kepala Desa Kuala Musam, Elvius Sembiring.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik hingga salah satu tokoh pemuda yaitu Akbar yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komunitas Masyarakat Nasional Republik Indonesia (DPD KOMNAS RI) Sumatera Utara, angkat bicara.

Akbar meminta ketegasan pihak kepolisian dalam hal ini Polres Langkat untuk secepatnya melimpahkan berkas kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri Stabat.

Baca Juga : Pemuda di Langkat Tewas Dianiaya, Polisi Tangkap Empat Pelaku

"Kita meminta Polres Langkat untuk segera melakukan pelimpahan berkas ke kejaksaan dan meminta kepada kepala dinas PMD untuk segera memberhentikan yang bersangkutan sebagai kepala desa," ujar Akbar, Sabtu (31/8/2024).

Lanjut Akbar, kepala desa seharusnya melindungi rakyatnya, bukan malah melakukan penganiayaan kepada warga yang mengakibatkan kaki warganya nyaris putus.

"Kita tidak ingin ada kepala desa seperti ini lagi, jangan jadikan jabatan bisa melakukan seenaknya kepada warganya. Kita juga meminta pelaku dihukum seberat-beratnya atas apa yang sudah dilakukannya. Untuk menjadi contoh bagi kepala desa yang lainnya," ucap Akbar.

Baca Juga : Polisi Gagalkan Transaksi Sabu di Rumah Kosong Secanggang, Pria Asal Binjai Barat Ditangkap

Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Dedi Mirza mengatakan, perkembangan kasus ini masih berjalan dan sang Elvius Sembiring sudah ditahan.

"Berjalan kok (Kasusnya), sudah kita tahan pelakunya (kades). Dan berkas masih dilengkapi penyidik," ujar Dedi.

Sementara itu Kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Langkat, Nuryansyah Putra saat dikonfirmasi belum memberikan komentarnya. Pesan singkat WhatsApp yang dikirim juga belum dibalasnya.

Baca Juga : Anggota DPR Minta Pemerintah Sinkronkan Kebijakan KDMP dan BUMDes

Dikabarkan sebelumnya, bentrokan antar dua OKP kembali terjadi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Informasi yang dihimpun wartawan bentrokan ini terjadi di Desa Kuala Musam, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Sabtu (10/8/2024).

Parahnya dalam bentrokan tersebut, Kepala Desa (Kades) Kuala Musam, Elvius Sembiring yang juga tergabung di dalam salahsatu OKP tersebut, juga ikut terlibat.

Baca Juga : Misbakhun Ingatkan Pemda dan Kades Jaga Transparansi Pengelolaan Dana Desa

Hasilnya, Elvius diamankan polisi karena membacok salahseorang anggota OKP dari kubu yang bersebrangan dengan dirinya.

Korban mengalami luka serius pada bagian kaki, akibat bacokan senjata tajam (sajam)

Peristiwa ini pun dibenarkan oleh Camat Batang Serangan, Robbi Rezeki saat dikonfirmasi, Selasa (13/8/2024).

Baca Juga : Hakimta Sembiring Minta Hakim PN Stabat Cabut Status Tahanan Kota Kades yang Membacok Kakinya

"Kejadiannya hari Sabtu kemarin, ada dua OKP yang berseteru," ujar Robbi.

Lanjut Robbi, ia mangaku belum mengetahui secara pasti apa motif bentrokan dua OKP itu.

"Kalau motifnya belum tau pasti. Diduga rebutan pekerjaan," ucap Robbi.

Baca Juga : Kades di Langkat Elvius Sembiring Sekaligus Tersangka Pembacokan Disebut Ditangguhkan Jaksa

"Kades dikontak juga sudah tidak aktif, kabarnya ditahan," sambungnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Dedi Mirza membenarkan jika Kades Kuala Musam, Elvius Sembiring sudah ditahan di Polres Langkat.

"Iya (Ditahan), kasus penganiayaan," ujar Dedi.

Dedi menambahkan, jika bentrokan dua OKP dipicu karena selisih pahaman saja.

Meski sudah menahan Kades Kuala Musam, polisi tak tinggal diam mencari pelaku lainnya dalam bentrokan itu hingga ada jatuh korban.

"Yang lain belum tau keberadaannya, masih kami cari," ucap Dedi. (rsy/nusantaraterkini.co)