Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Polresta Deli Serdang Gagalkan Peredaran 6,3 Kg Sabu Asal Aceh, Pelaku Ditangkap di Lubuk Pakam

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tersangka RAS (24) di Polresta Deliserdang. (Foto: dok istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, DELISERDANG - Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Deli Serdang berhasil menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis sabu-sabu seberat 6.380 gram (6,3) kg.

Kasat Reserse Narkoba Polresta Deli Serdang, Kompol Fery Kusnadi menjelaskan, tersangka RAS (24), warga Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh ditangkap di Jalan Lintas Medan-Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang pada Minggu (4/2/2026) siang.

Baca Juga : Aksi Pengejaran, Polresta Deli Serdang Gagalkan Peredaran Puluhan Kilo Narkoba di Pintu Tol Lubuk Pakam

Penangkapan itu dilakukan atas dasar informasi masyakarat yang menyebut adanya seorang pria dari Meulaboh, Aceh membawa sabu-sabu ke Lubuk Pakam.

Baca Juga : Berbagi di Bulan Ramadan, Sat Narkoba Polresta Deli Serdang Berikan Tali Asih ke Rumah Yatim Riyadhil Jannah

"Informasi yang diberikan masyarakat menyebutkan ciri-ciri tersangka sehingga ketika melihatnya berdiri di pinggir jalan langsung dilakukan penangkapan," katanya, Senin (16/2/2026).

Dari penggeledahan, ditemukan 1 koper biru berisi 6 bungkus plastik transparan dibalut lakban kuning di dalamnya terdapat narkotika jenis sabu dengan berat brutto 6.380, 1 handphone (HP) di saku celananya dan 1 ransel.

Baca Juga : Pemprov Sumut dan Pemko Tanjungbalai Patroli Daerah Perbatasan, Jaga Pintu Masuk dari Ancaman Narkoba

"Kita juga menemukan 1 tiket bus atas nama tersangka di dalam dompetnya," jelasnya.

Baca Juga : Polsek Batunadua Tangkap Pelaku Narkoba Saat Transaksi

Diungkapkannya, tersangka mengaku sabu tersebut diperoleh dari seorang bandar berinisial Y, warga Aceh yang kini sedang dalam pengejaran.

"Kita sempat melakukan pengembangan memburu Y, namun belum ditemukan dan sekarang dalam pengejaran," pungkasnya.

(zie/nusantaraterkini.co)