Nusantaraterkini.co, MEDAN - Sat Reskrim Polrestabes Medan, berhasil menangkap tiga orang pelaku pembunuhan David Martua Nainggolan (27) di pinggiran rel Kereta Api, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, beberapa waktu lalu.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan, jika ketiga pelaku yang diamankan ini merupakan kelompok geng motor.
Adapun ketiganya ialah WH (16) warga Jalan Letda Sujono Kecamatan Medan Tembung, dan PH (14) warga Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, berperan ikut tawuran memegang senjata tajam jenis cocor bebek menggertak korban.
Baca Juga : 2 Pelaku Penusukan David Nainggolan Hingga Tewas Berhasil Diamankan Polrestabes Medan
Untuk tersangka WH dan PH, berhasil ditangkap petugas pada Selasa (14/10/2025) di Kecamatan Medan Tembung.
Sementara, untuj tersangka utamanya adalah inisial RJ (18) warga Gang Amal Ujung, Jalan Bersama Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung.
RJ membacok bagian badan kiri korban sebanyak dua kali menggunakan senjata tajam warna merah dengan panjang sekitar dua meter yang mengakibatkan korban tewas.
Calvijn menyebut, tersangka RJ ditangkap pada (15/10/2025) dari tempat persembunyiannya yang berada di kawasan Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten.
Dimana, tersangka yang merupakan pelaku utama ini sempat melarikan diri dengan menggunakan pesawat setelah membacok korban hingga tewas.
Baca Juga : Frustrasi Merawat Istri yang Sakit Stroke, Pria di Denpasar Nekat Habisi Nyawa Pasangan Hidupnya
"Satu pelaku lainnya yang menjadi pelaku utama, menyabet. Dia lari ke Tangerang, dan tim esoknya melakukan penangkapan satu pelaku dewasa dan merupakan pelaku utama," katanya, Sabtu (25/10/2025).
Lebih lanjut, mantan Direktur Resnarkoba Polda Sumut ini, untuk tersangka seluruhnya berjumlah tujuh orang. Namun yang berhasil ditangkap berjumlah tiga tersangka, sisanya masih dalam pengejaran.
"Pelaku ada tujuh orang, dua tersangka berhasil kita amankan dalam kurun waktu kurang dari 24 jam," paparnya.
Sebelumnya diberitakan, Martua Nainggolan (27) yang berprofesi sebagai pencari nasi sisa tewas setelah dianiaya oleh sejumlah kelompok orang saat tengah berada di pinggiran rel Kereta Api, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Senin (13/10/2025).
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto menjelaskan, sekira pukul 02.00 WIB, kelompok tersangka berkumpul di Gang Terong sambil membawa senjata tajam.
Kemudian, pada pukul 03.00 WIB, mereka beranjak ke sekitar rel kereta api dan melihat korban bersama rekannya bernama Berry keluar dari dalam gang.
Baca Juga : Hakim Minta Jaksa Hadirkan Saksi Tambahan dalam Kasus Dugaan Pembunuhan Balita di Medan
Ketika keluar dari dalam gang, rekan korban, Berry ternyata mengambil batu, lalu melemparkannya ke arah kelompok pelaku, kemudian kabur. Sedangkan korban tetap berada di lokasi, sampai akhirnya dibacok.
"Target mereka atas nama Berry, tapi dia kabur. Dia memang pemuda daerah dan sering berkonflik di situ." pungkas Bayu.
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
