Polri: Jateng dan Jatim Perlu Perhatian Khusus Sebagai Tujuan Pemudik
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyebut berdasarkan hasil pemetaan bahwa wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim) memerlukan perhatian khusus setelah menjadi tujuan pemudik Idul Fitri 1445 H/2024.
Baca Juga : Pemprov Sumut dan Pemko Tanjungbalai Patroli Daerah Perbatasan, Jaga Pintu Masuk dari Ancaman Narkoba
"Dari mulai Jakarta kemudian kalau ke wilayah timur itu mulai Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta. Jawa Tengah dan DIY itu adalah merupakan jalur selain jalur lintasan dia juga jalur tujuan orang mudik, itu paling persentasenya ada di Jawa Tengah dan Jogjakarta. Nomor dua Jawa timur, nomor tiganya baru arah Sumatra,” kata Dirgakkum Korlantas Polri Brigjend Pol Raden Slamet Santoso, Kamis (7/3/2024).
Baca Juga : Kapolda Sumsel Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
Slamet menyebut dalam tactical floor game (TFG) sudah menyiapkan berbagai upaya untuk memperkuat pengamanan dan pelayanan Polri dalam melaksanakan Operasi Ketupat 2024. Salah satunya kesiapan pengelolaan arus lalu lintas mudik Lebaran tahun ini.
Korlantas Polri telah melakukan pemetaan wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus selama periode mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah. Dalam tactical floor game (TFC) juga telah dibagas kesiapan pengelolaan arus lalulintas tersebut.
Baca Juga : Sasar Puluhan Pelanggar Via ETLE, Polda Sumsel Perketat Pengawasan Digital di Lima Ruas Tol Utama
Jenderal bintang satu ini mengatakan ada dua menjadi perhatian khusus yaitu tujuan kampung halaman dan area wisata setelah memiliki potensi terjadinya penumpukan kendaraan. Namun, wilayah di luar itu pun tidak bisa diabaikan. Terlebih, jalur-jalur yang dilewati pemudik sampai dengan kampung halaman.
Baca Juga : Seorang Pemudik Meninggal di Tengah Kemacetan, Begini Kronologinya
“Cara bertindak saya rasa semua sudah kita persiapkan, dari mulai contohnya yang kita atensi pasti ya daerah Cipali, Kalikangkung kemudian tol-tol fungsional yang ada di Cibitung-Cileunyi sampai Yogyakarta-Solo,” tandasnya.
Sementara Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjend Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa Polri sudah sangat siap dalam rangka pengamanan mudik dan arus balik. Pihaknya memprediksi jumlah pemudik meningkat dari tahun sebelumnya sehingga akan memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan.
Baca Juga : Dr Handi Risza: Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Belum Sepenuhnya Terasa di Masyarakat
“Pengalihan arus lalin bersifat situasional, dinamis yang dijadwalkan kurang lebih mulai pada 5 April 2024,” terangnya.
Baca Juga : Herman Deru Open House di Griya Agung, Ribuan Warga Padati Rumah Dinas
Trunoyudo menyebut Korlantas Polri juga telah meneken Surat Keputusan Bersama (SKB) dengan beberapa stakeholder terkait. Telah diputuskan juga rekayasa lalu lintas yang diterapkan berupa contraflow, one way, dan pembatasan operasional angkutan barang sumbu 3.
“Sistem contraflow diberlakukan mulai dari KM 36, sedangkan sistem one way diterapkan mulai dari KM 72 tol Cipali sampai dengan KM 414 tol Kalikangkung,” jelasnya.
Dia menuturukan kebijakan ini diambil setelah berkaca dari jumlah pemudik tahun 2023 mencapai 123 juta orang. Tahun ini, lanjutnya, akan mengalami peningkatan sehingga perlu pengamanan ekstra.
“Sedangkan dipergerakan hasil prediksi dan analisa tahun ini kemungkinan akan bertambah 5-6 persen atau kurleb di angka 136 juta masyarakat. Tentunya kesiapan ini akan lebih dipersiapkan oleh Polri melalui Korlantas dan stakeholder terkait,” pungkasnya.
(HAM/nusantaraterkini.co)
