Nusantaraterkini.co, MEDAN - Pos Bloc, gedung bersejarah yang dulunya berfungsi sebagai pusat surat-menyurat di Medan, kini telah bertransformasi menjadi wadah kreatif publik tanpa mengubah bentuk fisik aslinya.
Project manager Pos Bloc, Fitri Anggraini Aminawan menyampaikan, meski fungsinya telah berubah, nilai heritage dari bangunan tetap dijaga.
Baca Juga : Pos Bloc, Oase Kreativitas di Tengah Hiruk Pikuk Kota Medan
Pos Bloc sebutnya, hadir untuk memberikan ruang kreatif bagi anak muda dan UMKM guna meningkatkan brand dan eksistensi mereka.
Baca Juga : Pemko Medan Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya
“Kami tidak merubah gedungnya, hanya fungsinya saja. Pos Bloc ini masih bisa dikatakan sebagai bangunan heritage, yang dulunya digunakan untuk surat-menyurat, dan sekarang menjadi pusat kreatif,” ungkapnya kepada Nusantaraterkini.co, Jumat (27/9/2024).
Pos Bloc kini menjadi tempat yang ramai dikunjungi berbagai komunitas kreatif, terutama anak muda. Di sini, pengunjung dapat menikmati kuliner, bertemu dengan komunitas, dan mengikuti acara-acara kreatif yang digelar di panggung.
Baca Juga : Pemko Medan Kumpulkan 20 Ton Sampah Saat Gotong Royong Peringati Hari Lingkungan Hidup
Selain itu, bangunan ini juga memiliki ruang transaksi untuk UMKM dan sebuah museum yang memamerkan barang-barang bersejarah.
Baca Juga : Fenomena Coffee Shop Menjamur, Minimnya Riset jadi Penyebab Banyak yang Tutup
“Di Medan sendiri, fasilitas untuk anak muda dalam mengeksplorasi minat mereka, seperti dalam bidang dance, fotografi, atau balet, masih sangat terbatas. Pos Bloc hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut,” lanjut Fitri.
Dalam operasionalnya, Pos Bloc dikelola oleh PT Ruang Kreatif Pos, bekerja sama dengan BUMN Pos Indonesia sebagai pemilik gedung. Rata-rata, tempat ini dikunjungi sekitar 1.700 orang pada hari kerja, dan pada akhir pekan, jumlah pengunjung dapat mencapai 2.500 orang.
Baca Juga : Resmikan AMPI Media Center, Sarmuji: Golkar jadi Partai Nomor Satu Favorit Anak Muda
Saat ada acara besar, jumlah pengunjung bisa meningkat hingga 6.000-7.000 orang. Namun, Pos Bloc sempat menghadapi penurunan jumlah pengunjung akibat kebijakan parkir berlangganan yang diterapkan dari Juni hingga Agustus.
"Trafik pengunjung sempat turun hampir setengahnya karena kebijakan tersebut. Kami berharap adanya regulasi yang lebih jelas dari pemerintah agar bisnis ini tetap berjalan lancar,” ujar Fitri.
Untuk menarik lebih banyak anak muda, Pos Bloc berencana menggelar acara-acara kreatif.
“Kami ingin anak muda datang dan menuangkan ide-ide kreatif mereka di sini, tanpa melupakan sejarah gedung ini,” jelasnya.
“Kami berharap Pos Bloc bisa menjadi tempat yang penuh kreativitas dan inovasi bagi anak muda Medan, sekaligus membantu UMKM untuk lebih berkembang. Mari jaga tempat ini, jangan hanya menikmati tapi juga ikut merawatnya, agar Pos Bloc bisa terus hidup dan bermanfaat bagi kita semua,” tutup Fitri dengan penuh harapan.
(cw9/Nusantaraterkini.co)
