Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Posko Relawan Masjid Nurul ’Ashri di Aceh Tamiang Diteror Bangkai Anjing Tanpa Kepala

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Relawan Masjid Nurul Ashri Yogyakarta temukan bangkai anjing di depan posko di Sungai Liput, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (23/2/2026). (Foto: Dok. Istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, ACEH TAMIANG Posko relawan dari Masjid Nurul 'Ashri Yogyakarta yang tengah membantu pemulihan pascabanjir bandang di Sungai Liput, Kabupaten Aceh Tamiang, mendapat teror berupa bangkai anjing, Senin (23/2/2026) pagi.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui saat para relawan beraktivitas seperti biasa di sekitar posko. Penanggung jawab relawan, Satrio Widiantoro, mengatakan awalnya ia bersama tim membersihkan dan membuang sampah di depan posko sekitar pukul 09.00 WIB.

“Waktu sampah diangkut, kondisi sudah bersih. Belum ada bangkai itu,” ujar Satrio.

Baca Juga : Pertamina EP Rantau Field dan Masyarakat Kolaborasi Normalisasi Saluran Irigasi Sawah Desa Paya Meta

Sekitar 40 menit kemudian, saat hendak mengantar solar untuk operasional alat berat, relawan mencium bau menyengat di sekitar lokasi. Setelah ditelusuri, sumber bau berasal dari sebuah plastik merah yang tergeletak di dekat alat berat dan mobil relawan.

“Baunya sangat menyengat. Saat plastik dibuka, ternyata isinya bangkai anjing dan kepalanya sudah tidak ada,” katanya.

Bangkai tersebut ditemukan tepat di depan posko, berdekatan dengan kendaraan relawan yang terparkir. Hingga kini, bangkai itu belum dipindahkan dari lokasi awal, namun telah dibungkus ulang dengan plastik tambahan untuk mengurangi bau.

Baca Juga : PEP Rantau dan Pangkalan Susu Raih Penghargaan SKK Migas

Meski mendapat teror, para relawan memastikan kegiatan kemanusiaan tetap berjalan. Mereka menegaskan insiden tersebut tidak menyurutkan niat membantu masyarakat Aceh yang terdampak banjir bandang.

“Kami tetap melanjutkan kegiatan. Niat kami murni untuk membantu warga. Insya Allah kami terus dilindungi dalam setiap aktivitas,” ujar Satrio.

Pihak kepolisian disebut telah menghubungi relawan setelah unggahan kejadian itu tersebar di media sosial. Aparat memastikan akan menindaklanjuti laporan terkait dugaan teror tersebut.

(Dra/nusantaraterkini.co).