Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan (Sumsel) memperingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Hal ini seiring dengan meningkatnya potensi hujan di hampir seluruh wilayah Sumsel hingga beberapa hari ke depan.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG SMB II Palembang, Sinta Andayani menyampaikan, aktifnya gelombang ekuatorial Rossby serta pola belokan angin menjadi pemicu utama pertumbuhan awan hujan yang signifikan di wilayah tersebut.
Baca Juga : Gempa Magnitudo 4.3 Guncang Bener Meriah, Getaran Terasa hingga Takengon
"Di musim hujan saat ini memang perlu kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan banjir bandang," ujar Sinta, Minggu (15/2/2026).
Baca Juga : Gempa M 4,5 Guncang Gayo Lues, Terasa hingga Blangkejeren
Sinta menjelaskan kondisi daya dukung tanah saat ini sudah mulai jenuh air, sehingga wilayah perbukitan dengan penahan longsor yang minim menjadi sangat rentan. Hal ini berkaca pada insiden longsor di Kecamatan Pulau Beringin, Kabupaten OKU Selatan, yang terjadi meski intensitas hujan terpantau hanya pada kategori ringan hingga sedang.
Selain potensi longsor, BMKG menyoroti ancaman banjir di wilayah hilir dan pesisir. Masyarakat di tepian sungai diminta mewaspadai luapan debit air, sementara warga pesisir diimbau bersiap menghadapi potensi banjir rob akibat pasang air laut yang diprediksi terjadi pada pertengahan Februari.
Baca Juga : Jaga Stabilitas Harga, Bulog Sumsel Babel Optimalkan Penyaluran Beras SPHP
"Waspada banjir di tepian sungai atau di hilir akibat meluapnya debit sungai. Serta waspada banjir air pasang pada periode tanggal 14 sampai 17 Februari karena prediksi pasang air laut di muara setinggi 3,4 sampai 3,7 meter," jelasnya.
Baca Juga : Dua Orang Meninggal Saat Kecelakaan Beruntun di Bawah LRT Cinde Palembang
BMKG meminta masyarakat untuk tetap siaga dan rutin memantau perkembangan cuaca melalui kanal komunikasi resmi guna meminimalkan risiko dampak bencana, terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan rawan longsor, bantaran sungai, serta daerah muara.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Polda Sumsel Ringkus 137 Tersangka Kasus 3C Selama Mei 2026
