Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Prabowo Larang Pengerahan Siswa Sambut Kedatangannya, Komisi X: Siswa Harus Fokus Belajar

Editor :  hendra
Reporter :  Luki Setiawan
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani. (Foto: dok DPR)
Ukuran Huruf
A A Sedang

nusantaraterkini.co, JAKARTA - Presiden Prabowo meminta agar para siswa tidak lagi dikerahkan untuk menyambut kedatangannya di pinggir jalan selama kunjungan kerja ke berbagai daerah.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa apabila dirinya ingin bertemu dengan para siswa, ia lebih memilih untuk langsung mendatangi sekolah, bukan meminta siswa menunggu kedatangannya di luar ruang belajar.

Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani menilai kebijakan tersebut sebagai langkah yang tepat dan menunjukkan kepedulian Presiden terhadap kenyamanan serta fokus belajar para siswa.

Baca Juga : Dino Kritik Frekuensi Lawatan Prabowo, Saan: Situasi Global Menuntut Diplomasi Lebih Intensif

“Saya mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo. Ini adalah langkah yang sangat baik. Siswa tidak perlu lagi berdiri berjam-jam di pinggir jalan untuk menyambut pejabat. Mereka bisa tetap fokus belajar di kelas,” ujar Lalu Hadrian, Kamis (20/11/2025).

Ia menambahkan, kebiasaan mengerahkan siswa untuk menyambut pejabat sering kali mengganggu proses pembelajaran dan tidak memberikan manfaat langsung bagi peserta didik. Karena itu, kebijakan Presiden tersebut dipandang sejalan dengan semangat Komisi X DPR RI dalam memperkuat kualitas pendidikan.

“Pendidikan harus ditempatkan sebagai prioritas utama. Jika Presiden ingin berinteraksi dengan siswa, berkunjung ke sekolah adalah cara yang jauh lebih tepat dan mendidik,” tambahnya.

Baca Juga : Di Hari Lahir Pancasila, Prabowo Tegaskan Komitmen Jalankan Transformasi Ekonomi Nasional

Lalu Hadrian berharap kebijakan ini menjadi contoh bagi semua pejabat negara dan kepala daerah, sehingga tidak ada lagi kegiatan seremonial di luar ruang kelas yang mengganggu proses pembelajaran.

Sebelumnya, Presiden Prabowo meminta kepala daerah untuk tidak lagi mengerahkan siswa untuk menyambutnya saat kunker. Dia juga sudah memerintahkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyurati para bupati dan wali kota terkait arahan tersebut. 

(cw1/nusantaraterkini.co)