Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Prabowo Tegur Istilah ‘Uang Lelah’: TNI Dibekali Uang Semangat, Prajurit Tak Pernah Menyerah

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Presiden Prabowo memimpin rapat koordinasi saat tinjau Pembangunan Rumah Hunian Danantara, Aceh Tamiang, 1 Januari 2026. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto meluruskan penggunaan istilah “uang lelah” bagi prajurit TNI yang terlibat dalam pemulihan bencana di Sumatera. Menurutnya, sebutan tersebut tidak mencerminkan semangat seorang tentara.

Momen itu terjadi dalam rapat koordinasi pemulihan pascabencana bersama kementerian dan lembaga terkait di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).

Saat rapat berlangsung, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan bahwa prajurit TNI yang turun langsung ke lapangan menerima uang makan dan uang lelah sebagai uang saku, dengan nominal Rp165.000 per orang.

Baca Juga : GREAT Institute: 'State-Driven Economy' Strategi Prabowo Atasi Ketimpangan dan Ketergantungan Global

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari Presiden Prabowo. Ia menegaskan bahwa prajurit TNI tidak seharusnya dikaitkan dengan kata “lelah”.

“Kalau tentara jangan disebut uang lelah. Tentara tidak boleh lelah,” tegas Prabowo.

Menyadari koreksi tersebut, Suharyanto segera meluruskan maksudnya dan menyebut dana itu sebagai uang saku.

Baca Juga : Kasus Korupsi BGN, Pakar: Bisa Jadi Pintu Masuk Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo pun menawarkan istilah lain yang dinilai lebih tepat dan membangkitkan semangat juang prajurit.

“Sebut saja uang semangat. TNI tidak mengenal lelah, karena pengabdian kepada negara dan bangsa,” ujar Prabowo.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Baca Juga : Pemprov Sumut dan Pemko Tanjungbalai Patroli Daerah Perbatasan, Jaga Pintu Masuk dari Ancaman Narkoba