Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Prajurit UNIFIL Asal Indonesia Gugur di Lebanon Akibat Konflik Israel-Hizbullah

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Foto yang diabadikan pada 22 Maret 2026 ini menunjukkan ledakan dalam serangan udara Israel terhadap sebuah jembatan di atas Sungai Litani di Qasmiyeh, Lebanon selatan. (Foto: Xinhua/Ali Hashisho)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Seorang pasukan perdamaian PBB/United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon asal Indonesia gugur dalam konflik yang berlangsung antara Israel dan Hizbullah, Minggu (29/3/2026). 

Hal ini disampaikan oleh Sekjen PBB Antonio Guterres melalui platform X, dikutip pada Senin (30/3/2026).

Baca Juga : Debat di Dewan Keamanan PBB, Indonesia Kecam Serangan RSI Gaza dan Global Sumud Flotilla

"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia di @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel dan Hizbullah," ungkapnya.

Baca Juga : Upacara Haru di Beirut, UNIFIL Kenang Pengorbanan Kopral TNI Rico Pramudia

Selain menewaskan satu orang, Guterres juga menyampaikan seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya juga mengalami luka serius dalam insiden yang sama.

Meski begitu, Guterres tidak membeberkan nama prajurit perdamaian yang gugur dan terluka tersebut. Dia juga tidak menyebutkan pihak mana yang bertanggung jawab dalam serangan ini. 

Baca Juga : Spanyol Sampaikan Duka atas Gugurnya 3 Prajurit Indonesia di UNIFIL, Tegaskan Dukungan Perdamaian Dunia

"​Saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega dari pasukan penjaga perdamaian yang meninggal dunia, serta kepada Indonesia. Saya berharap pasukan penjaga perdamaian yang terluka segera pulih sepenuhnya," katanya.

Baca Juga : Trump Sebut Netanyahu “Gila”, Telepon Panas Picu Ketegangan AS-Israel soal Konflik Lebanon

Guterres menyebutkan, peristiwa ini merupakan salah satu dari rentetan insiden yang terjadi yang membahayakan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian.

"​Saya menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk memastikan keselamatan dan keamanan @UN personel dan harta benda," ujarnya.

Baca Juga : Serangan ke Pasukan UNIFIL di Lebanon, 1 Tentara Prancis Tewas dalam Penyergapan

Seperti diketahui, ketegangan terus meningkat di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026.

Iran lalu melancarkan serangan balasan ke Israel dan sejumlah wilayah yang menampung aset militer AS di kawasan tersebut.

Konflik pun meluas ke Lebanon setelah kelompok Hizbullah ikut melancarkan serangan ke sejumlah target militer di Israel. Serangan balasan Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 warga Lebanon dan melukai ribuan lainnya.

Insiden di perbatasan Israel-Lebanon juga menelan korban dari kalangan personel UNIFIL dari berbagai negara.

(zie/nusantaraterkini.co)