Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pramugari Dicekik Bantah Ada Upaya Damai, Maskapai Wings Air Laporkan Anggota DPRD Sumut Megawati Zebua ke Polres Nias

Editor :  Team
Reporter :  wiwin
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Maskapai Wings Air membantah adanya permintaan damai dari anggota DPRD Sumut Megawati Zebua. Hal ini buntut dari peristiwa dugaan aksi dorong dan cekik pramugari saat boarding sebelum penerbangan dari Nias menuju Kualanamu.
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, Medan - Sebelumnya, Sebuah video viral di media sosial bernarasikan anggota DPRD Sumut terlibat cekcok hingga mencekik seorang pramugari di dalam pesawat viral di media sosial. 

Dugaan sementara, cekcok tersebut diduga karena masalah koper.

BACA: Anggota DPRD Sumut Cekcok dan Cekik Leher Pramugari, Maskapai WingsAir Tempuh Jalur Hukum

Baca Juga : Polres Nias Limpahkan Kasus Anggota DPRD Diduga Aniaya Pramugari ke Polda Sumut

Dalam video yang dilihat, Senin (14/4/2025), terlihat seorang pramugari berseragam merah sedang terlibat cekcok dengan seorang wanita yang mengenakan baju putih.

Di lokasi, tampak juga seorang pria berbaju hitam berdiri di sekitar lokasi cekcok kedua wanita itu.

"Awaslah kau aku mau duduk, udah selesai, kau yang memperpanjang," kata wanita berbaju putih itu di dalam video.

Baca Juga : Bahlil Lahadalia: Partainya akan Jatuhkan Sanksi Terhadap Anggota DPRD Sumut yang Cekik Pramugari Wings Air

BACA: Usai Viral Cekcok dengan Pramugari, Anggota DPRD: Itu Koper Bapak Tua, Saya Hanya membantu

Setelah itu, wanita berbaju putih itu terlihat mencekik pramugari itu. Pria berbaju hitam yang diduga bagian dari bandara mencoba melerai. 

Pria itu kemudian terlihat mencoba menghubungi seseorang melalui handy talkie.

Baca Juga : Perkuat Konektivitas Sumatera, Gubernur Bobby Nasution Resmikan Rute Udara Pinangsori–Pekanbaru ​

Maskapai Wings Air membantah adanya permintaan damai dari anggota DPRD Sumut Megawati Zebua. Hal ini buntut dari peristiwa dugaan aksi dorong dan cekik pramugari saat boarding sebelum penerbangan dari Nias menuju Kualanamu. 

BACA: Bantah Cekik Pramugari Wings Air, Ini Penjelasan Anggota DPRD Sumut Megawati Zebua

"Berdasarkan laporan dan catatan aktual di lapangan, setelah insiden terjadi di penerbangan IW-1267 rute Gunungsitoli-Medan Kualanamu pada 13 April 2025, tidak terdapat permintaan damai dari pihak pelanggan kepada pramugari yang bertugas," ungkap Corporate Communications Strategic Wings Air Danang Mandala Prihantoro, Rabu (16/4/2025).

Baca Juga : Menko Muhaimin Resmikan Kembali Rute Kualanamu–Rembele, Beroperasi Setiap Hari untuk Percepat Bantuan Bencana

Lebih lanjutDanang menyebutkan saat ini pihak maskapai Wings Air sedang menempuh jalur hukum. Proses hukum akan dilakukan di Polres Nias.

"Wings Air tetap berkomitmen untuk melindungi keselamatan dan profesionalisme awak pesawat (kru), serta menjaga ketertiban dan kenyamanan seluruh penerbangan," kata Danang.

"Oleh karena itu, kami melanjutkan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku, yang akan ditangani oleh pihak berwenang di Polres Nias, Sumatera Utara," pungkasnya.

Baca Juga : Rico Waas Ajak DPRD Sumut Perkuat Sinergi Dukung Program Strategis Medan

Sebelumnya, Megawati Zebua mengklaim bahwa kedua pihak sudah berdamai terkait peristiwa tersebut.

"Sudah (komunikasi) dan saling memaafkan, biarlah ini jadi pembelajaran untuk kita juga biar para penumpang dan pramugari. Saya enggak tahu (tindakan hukum), baru dengar juga. Belum ada komunikasi dengan pihak pramugari, karena saya anggap sudah selesai dan memaafkan. Biarlah ini jadi pembelajaran," ungkap Megawati saat hadiri Rapat Paripurna DPRD Sumut, Selasa (15/4/2025).

Ia menyebutkan bahwa perdamaian dilakukan saat masih di Bandara Binaka, usai dirinya diturunkan dari Pesawat Wings Air tujuan Bandara Kualanamu.

Baca Juga : Warga Medan Menjerit, Salman Alfarisi Minta Gubernur dan Wali Kota Tekan Harga Bahan Pokok

"Pas masih di bandara (saling meminta maaf), saya mau pulang karena sudah ketinggalan pesawat. Saat itu juga saya telpon direktur bandara pak Zulkifli, saya jelaskan permasalahannya dan dia bilang "sabar-sabar", saya bilang "saya pun sabarnya pak, ini jadi pembelajaran buat kita"," ucapnya.

Sementara itu, dirinya harus melakukan perjalanan pada Senin (14/4/2025) keesokan harinya. Hal ini terjadi lantaran dirinya ketinggalan pesawat untuk memberikan klarifikasi tersebut.

"Akhirnya naik penerbangan berikutnya, hari Senin pagi," pungkasnya.

(wiwin/nusantaraterkini.co)