Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Presiden Prabowo di Mujahadah Kubro: NU adalah Pilar Pemersatu Bangsa

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan pada Mujahadah Kubro Satu Abad NU, pada Minggu (8/2/2026), yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. (Foto: BPMI Setpres)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Presiden Prabowo menegaskan Nahdlatul Ulama (NU) berperan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). 

Baca Juga : Dino Kritik Frekuensi Lawatan Prabowo, Saan: Situasi Global Menuntut Diplomasi Lebih Intensif

“Saudara-saudara sekalian, NU selalu memberi contoh, NU selalu berusaha untuk menjaga persatuan, dan memang itulah pelajaran sejarah,” tegasnya.

Baca Juga : Di Hari Lahir Pancasila, Prabowo Tegaskan Komitmen Jalankan Transformasi Ekonomi Nasional

Pengabdian NU dalam keberlangsungan bangsa dan negara, jelas Prabowo, telah berlangsung selama 100 tahun dan dinilai menjadi pilar kebesaran bangsa Indonesia.

Lebih lanjut, Prabowo menyatakan, NU melalui kiai dan para ulamanya selalu hadir dalam situasi ancaman untuk menyelamatkan negara seperti halnya dalam kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga : Hadapi Tantangan Era Digital, Pesantren Dituntut Jadi Ruang Riset dan Inovasi

“Kemerdekaan itu diuji di Jawa Timur, diuji di Surabaya. Diuji dalam pertempuran di Surabaya dan sekitarnya. Dan dalam pertempuran itu, kita bangsa Indonesia telah berhasil mempertahankan kemerdekaan kita melawan negara-negara besar di dunia. Kita telah berhasil menghadapi Inggris pemenang Perang Dunia Kedua, rakyat Jawa Timur, rakyat Surabaya, dipimpin oleh para kiai, para ulama,” jelasnya.

Baca Juga : Sidang Isbat Masih Berlangsung, Kemungkinan Idul Fitri 1447 H Berpotensi Berbeda

Prabowo menggarisbawahi kerukunan menjadi kunci kekuatan bangsa. Oleh karena itu, Presiden megajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk saling merangkul dan bersatu di tengah perbedaan.

“Boleh kita bertanding, boleh kita bersaing, boleh kita berbeda, boleh kita berdebat, tapi di ujungnya, semua pemimpin Indonesia, semua pemimpin masyarakat harus rukun, harus menjaga persatuan dan kesatuan,” tegasnya.

Hal tersebut selaras dengan komitmen NU terhadap bangsa dan peran strategisnya dalam merawat harmoni sosial, toleransi, dan stabilitas bangsa.

(*/Nusantaraterkini.co)