Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pria yang Hanyut di Sungai Asahan Ditemukan tak Bernyawa

Reporter :  Ari
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Petugas gabungan melakukan evakuasi terhadap korban./Ist
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Pria bernama Tua Teodorus Hutagaol (54) yang sempat hanyut di Sungai Asahan, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba, akhirnya ditemukan tak bernyawa.

"Korban ditemukan sekitar 4 km dari lokasi awal korban terpeleset," kata Kepala Kantor Basarnas Medan Mustari, Kamis (20/6/2024) sore.

Ia mengatakan korban ditemukan pada Kamis siang hari sekitar pukul 12.00 WIB, setelah tiga hari lamanya dilakukan pencarian. "Korban dilaporkan hanyut sejak Selasa (18/6/2024)," ungkap Mustari. 

Baca Juga : Pemprov Sumut Anggarkan Rp 91,8 Miliar untuk Pembangunan Jalan di Toba

Lebih lanjut dikatakannya, pencarian dilakukan sejak awal dengan cara pengarungan menggunakan perahu rafting, deras nya arus sungai dan banyaknya jeram serta medan di lokasi untuk menurunkan perahu cukup terjal menjadi salah satu hal yang menyulitkan tim saat melakukan pencarian.

"Sehingga tim harus bekerja extra untuk mencari lokasi yang aman untuk naik maupun menurunkan perahu," katanya.

Mustari mengatakan usai dievakuasi korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. "Korban sudah diserahkan ke rumah duka," tukasnya.

Baca Juga : Karyawan PT TPL Protes Kebijakan Mutasi dan Rencana PHK Sepihak

Diberitakan sebelumnya, seorang pria paruh baya bernama Tua Teodorus Hutagaol (54) hanyut di Sungai Asahan, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba. 

Korban hanyut saat sedang tebang pohon kayu di belakang rumahnya yang berdekatan dengan Sungai Asahan, pada Selasa (18/6/2024). Namun, hingga kini, korban belum ditemukan. 

"Korban melakukan pemotongan pohon kayu dengan alat mesin chainsaw (gergaji mesin) di belakang rumahnya, dekat dengan Sungai hanya berjarak 20 meter," kata Kasi Humas Polres Toba AKP Bungaran Samosir, Kamis (20/6/2024). 

Ia mengatakan tak lama setelah menebang pohon, anak korban datang memanggil untuk istirahat makan siang, akan tetapi keberadaan korban sudah tidak ditemukan, bersama dengan mesin chainsaw-nya. 

"Dan kemudian pihak keluarga korban dan masyarakat sekitarnya berusaha mencari korban, namun tidak di temukan dan selanjutnya melaporkan kejadian kepada Polsek Porsea," kata Bungaran. 

Kapolsek Porsea AKP Daniel Aritonang bersama personel, petugas BPBD dan warga setempat langsung turun ke TKP , mencari informasi dan melakukan pencarian di lokasi yang menjadi tempat kejadian.

(cw5/nusantaraterkini.co)