Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Program Cetak 3 Juta Hektare Sawah Agar Dilakukan dengan Cermat

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Riyono. (Foto: istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR Riyono berharap wacana program cetak sawah/lahan baru seluas 3 juta hektare oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dapat dilakukan dengan cermat. Terpenting, rencana itu bisa melahirkan petani muda.

Data Badan Penyuluhan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) 2020 Kementan mencatat petani muda di Indonesia yang berusia 20-39 tahun berjumlah 2,7 juta orang. Hanya sekitar 8 persen dari total petani 33,4 juta orang. Sisanya, lebih dari 90 persen masuk petani kolonial, atau petani yang sudah tua.

Baca Juga : Eka Widodo: Putusan MK Soal Kuota Caleg Perempuan Perkuat Demokrasi

“Kalau mau maju pertanian kita, Saya usulkan gaji petani muda kita, jadikan profesi petani menjanjikan. Lulusan pertanian jadikan petani sukses. Kita hitung saja, 2,7 juta petani muda yang siap berkorban katakan 1 juta x 5 juta x 12 bulan = 60 Triliun. Angka yang kecil bagi cita-cita mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan Nasional,” katanya, Senin (28/10/2024).

Baca Juga : Usulan Penerimaan LPDP Ikuti Latihan Militer, DPR: Kenapa Tidak jika Demi Negara

Di sisi lain, Legislator Fraksi PKS ini menilai rencana cetak sawah jutaan hektare itu akan menghasilkan jutaan ton beras yang bisa membantu mengurangi alokasi impor.

“Cetak sawah baru 3 juta hektare lahan di Indonesia timur memang menjanjikan untuk bisa menghasilkan jutaan ton beras, namun jika gagal akan kehilangan ratusan miliar,” kata Riyono.

Baca Juga : Herman Deru Canangkan Gertam di OKI demi Kejar Target 5 Juta Ton GKG

Dia mengatakan program ini juga sudah berjalan selama pemerintahan Jokowi. Cita-cita satu juta hektare terealisasi 500 ribu hektare di Indonesia timur dengan biaya triliunan rupiah.

Baca Juga : Bupati OKI Sebut El Nino Jadi Peluang Emas Optimalkan Rawa Lebak di OKI

Rencana anggaran biaya (RAB) konstruksi cetak sawah pada 2016 bagi 138 kabupaten sebesar Rp16 juta per hektare, serta khusus untuk daerah Maluku dan Papua sebesar Rp19 juta per hektare.

Sedangkan, untuk cetak 600.000 hektare sawah baru membutuhkan biaya rata-rata di luar Jawa Rp17 Juta per hektare, sehingga minimal butuh Rp10 triliun lebih.

Baca Juga : Bulog Sumsel Babel Serap 99.466 Ton Beras Petani hingga Juni 2026

“Kalau 3 juta hektare berapa triliun yang dibutuhkan? Sangat besar, maka harus bertahap dilakukan. Membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk cetak sawah baru, Kementan harus bisa menyiasati anggaran yang ada. Jangan sampai mengulang kegagalan yang pernah terjadi,” kata Riyono.

(cw1/Nusantaraterkini.co)