Nusantaraterkini.co, MEDAN - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan diluncurkan pada, Senin (6/1/2024) oleh Badan Gizi Nasional secara nasional.
Menanggapi ini, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Hamid Rijal mengakui jika Sumut belum ada menerima pemberitahuan resmi terkait pelaksanaannya.
“Sampai saat ini kita belum ada pemberitahuan resmi tentang peluncuran MBG di Sumut. Sepertinya peluncuran MBG tersebut dilakukan di pusat,” ujar Hamid, Sabtu (4/1/2025).
Hamid menjelaskan bahwa pelaksanaan program di daerah nantinya akan dikelola oleh Satuan Pelayanan yang dibentuk langsung oleh Badan Gizi Nasional.
Baca Juga: DPD Minta Pemerintah Pastikan Produksi dan Suplay Bahan Pangan Cukup Sebelum Memulai Program MBG
Sementara itu, sebelumnya Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional, Lalu Muhammad Iwan Mahardan, menyampaikan bahwa program MBG tahap awal menyasar 3 juta penerima manfaat, termasuk anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Targetnya tiga juta orang di tahap awal sasaran,” katanya, Kamis (2/1/2025).
Program ini akan didukung oleh 937 dapur umum yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap dapur ditargetkan memproduksi 3.000-3.500 paket makan bergizi per hari.
“Dapur umum ini tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi juga menyebar ke daerah-daerah yang masih kekurangan gizi dan kategori miskin,” jelas Lalu.
Baca Juga: Menteri Bappenas: Program Makan Bergizi Gratis akan Dorong Permintaan Baru Hasil Tani Lokal
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menambahkan bahwa Satuan Pelayanan yang dibentuk di daerah akan mengelola anggaran sebesar Rp 9 miliar hingga Rp 11 miliar per tahun. Sebagian besar anggaran, yakni 85%, akan digunakan untuk membeli bahan baku makanan bergizi dari hasil pertanian lokal.
“Satuan pelayanan ini akan melayani hingga 3.000 anak dari PAUD hingga SMA, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” jelas Dadan.
Program ini merupakan langkah strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Ini adalah investasi besar-besaran pemerintah untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkas Dadan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Jawa Barat, November 2024.
(zie/Nusantaraterkini.co)
