Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Protes Jalan Rusak, Warga Blora Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan Provinsi

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kesal Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Blora Tanami Ruas Randublatung-Cepu dengan Pohon Pisang. (Foto: ilustrasi AI)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, BLORA – Kekecewaan warga terhadap kondisi jalan rusak di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diwujudkan melalui aksi unik namun sarat pesan. Warga Randublatung menanami pohon pisang di sejumlah titik ruas jalan provinsi Randublatung-Cepu sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki.

Aksi tersebut dilakukan pada Minggu (31/5/2026) dan menjadi perhatian masyarakat karena dinilai sebagai simbol kekecewaan terhadap lambannya penanganan infrastruktur di wilayah tersebut.

Protes warga semakin menguat setelah muncul pernyataan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam acara Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 di Kabupaten Kudus beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Imigrasi Ungkap Sindikat Love Scamming di Semarang, Empat WN China dan 2 WNI Diamankan

Dalam forum tersebut, Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, menyampaikan keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan provinsi Randublatung-Cepu yang rusak parah dan telah lama menjadi perhatian publik.

Menanggapi hal itu, Gubernur Ahmad Luthfi menyebut setiap persoalan yang viral perlu dimitigasi melalui pengecekan lapangan dan penyesuaian dengan kemampuan anggaran yang tersedia. Ia juga mencontohkan pengalaman di daerah lain yang lebih memprioritaskan pembangunan jalan dengan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut memicu beragam tanggapan dari warga Blora. Salah seorang warga Randublatung, Lubiz, mengaku kecewa karena merasa aspirasi masyarakat terkait kerusakan jalan tidak mendapat respons yang sesuai harapan.

Baca Juga : Modus Dukun Gadungan, Lansia di Samosir Kehilangan Uang dan Emas Rp248 Juta, Pelaku Ternyata Teman Sendiri

Menurutnya, ruas Randublatung-Cepu merupakan jalur strategis yang menghubungkan Blora dengan wilayah Jawa Timur. Selain menjadi akses utama mobilitas warga, jalan tersebut juga kerap dilintasi kendaraan logistik dan angkutan barang.

"Jalan ini sangat penting bagi masyarakat karena menjadi akses tercepat menuju Jawa Timur. Aktivitas kendaraan cukup padat setiap hari, terutama truk pengangkut logistik," ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi jalan yang rusak tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Bahkan, menurut warga, beberapa insiden kecelakaan yang terjadi di ruas tersebut telah menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga : Gempa Magnitudo 4.3 Guncang Bener Meriah, Getaran Terasa hingga Takengon

Sebagai bentuk protes sekaligus peringatan kepada pemerintah, warga kemudian menanam pohon pisang di sejumlah titik jalan yang berlubang dan rusak parah.

Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap ruas jalan Randublatung-Cepu agar keselamatan pengguna jalan dan aktivitas perekonomian masyarakat tidak terus terganggu.

Selain itu, masyarakat juga berharap pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat lebih responsif terhadap keluhan warga dengan turun langsung melihat kondisi di lapangan serta memberikan solusi yang nyata terhadap persoalan infrastruktur yang sudah lama dikeluhkan.

Baca Juga : Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Dini Hari di Medan Tembung, Empat Pemuda Diamankan

(Dra/nusantaraterkini.co)