Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

PSSI Buka Suara Usai Bahrain Ajukan Pemindahan Lokasi Lawan Timnas Indonesia

Editor :  Redaksi2
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pemain Timnas Indonesia Malik Risaldi melewati pemain Bahrain saat laga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia yang berakhir dengan skor 2-2 di Bahrain National Stadium, Riffa, Kamis (10/10/2024) malam. (Dokumentasi PSSI)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Exco PSSI Arya Sinulingga memastikan PSSI bakal mengirim surat ke AFC soal rencana Federasi Sepak Bola Bahrain (BFA) yang akan memohon ke FIFA serta AFC untuk memindahkan tempat pertandingan Indonesia vs Bahrain pada 25 Maret 2025.

"Pertama kami akan buat surat ke AFC untuk menyatakan bahwa supaya adil laga tetap berjalan di Jakarta karena sebelumnya juga pertandingan bergulir di Bahrain," kata Arya, dilansir dari Kompas.com, Rabu (16/10/2024). 

Rencana BFA itu menyikapi soal dugaan serangan hingga ancaman warganet ke kolom komentar pribadi media sosial pemain Bahrain serta serangan siber terhadap laman resmi asosiasi selepas laga Bahrain vs Indonesia pada Kamis (10/10/2024).  

Baca Juga : Alasan Keamanan, Bahrain Akan Ajukan Pemindahan Lokasi ke FIFA untuk Lawan Indonesia

Banyak warganet yang mengeluhkan soal kepemimpin wasit Ahmed Al Kaf (Oman) beserta pemain Bahrain dalam laga yang berakhir 2-2 itu.  

Banyak drama yang terjadi di laga tersebut, memicu perdebatan terhadap pengadil lapangan dan berlanjut ke media sosial.

Dengan lika-liku polemik yang ada, PSSI memastikan bakal menjamin kenyamanan dan keamanan pemain Bahrain, jika rencana pertandingan tetap dilangsungkan di Indonesia.

Baca Juga : Arab Saudi Kalahkan Bahrain 2-0, Indonesia Dipastikan Lolos Round 4 Kualifikasi Piala Dunia

"Kedua, kami akan menjamin keamanan dan kenyamanan bagi tamu kita seperti (Bahrain). Karena bangsa indonesia adalah bangsa yang ramah terhadap tamu, jadi kami pasti akan beri kenyamanan bagi mereka," kata Arya.

Mengenai serangan beserta ancaman yang terjadi di media sosial, Arya menilai hal tersebut bukan gambaran masyarakat Indonesia sesungguhnya.

Tolok ukur saat menggelar Piala Dunia U17 digunakan sebagai contoh bahwa masyarakat Indonesia merupakan warga yang ramah pendatang.

Baca Juga : Kemenangan Timnas Indonesia atas Bahrain Buat Fans Sepak Bola China "Cemas"

"Kemudian soal di sosmed, terkadang netizen Indonesia itu ramai, tetapi sebenarnya mereka itu ramah. Sangat terkenal-lah bangsa kita bangsa yang ramah. Kita sudah membuktikan itu di Piala Dunia U17 dan terselenggara dengan baik," ungkap exco PSSI kelahiran Karo itu.  

"Keamanan dan kenyamanan semua berbagai event internasional juga aman, jadi tidak perlu di khawatirkan. Jadi, itu yang bakal kami buat surat ke mereka. Itu yang diarahkan Ketum (Erick Thohir) untuk buat surat ke AFC," katanya. (rsy/nusantaraterkini.co)