Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

PSSI Partner Summit 2024, Bersatu Mengangkat Sepak Bola dan Marwah Bangsa

Editor :  Redaksi2
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, berpose di panggung dengan beberapa rekanan Timnas Indonesia dalam acara PSSI Partner Summit 2024 di Jakarta Pusat pada Senin (16/12/2024).(BOLASPORT.com/Muhammad Alif Azis Mardiansyah)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menekankan bahwa PSSI dan pemerintah tak bisa bergerak sendiri dalam memajukan sepak bola Tanah Air.

Peran sektor swasta dan semua stakeholder lain sangat diperlukan untuk bersama mengangkat marwah bangsa lewat sepak bola.

Hal tersebut disampaikan Erick Thohir di acara PSSI Partner Summit 2024 di mana wartawan juga terlibat sebagai salah satu partner federasi di bidang media. Erick mengutarakan betapa besar arti sepak bola bagi masyarakat Indonesia.

Baca Juga : Dukung Piala AFF U19 di Sumut, RS Adam Malik Siagakan Tim Medis dan jadi Rujukan Utama

"Sepak bola punya value luar biasa," ujarnya saat menyampaikan pidato pembukaan pada acara yang berlangsung di Jakarta Pusat pada, Senin (16/12/2024) tersebut, dikutip dari Kompas.com. 

"Sepak bola punya nilai tak terlihat sebagai alat pemersatu bangsa. Sepak bola bisa mengangkat marwah kita. Sepak bola juga mendorong kebaikan dan saling menghormati. Di sisi lain, sepak bola juga menjadi alat menjaga kesehatan dan sekarang juga sebagai entertainment," sambungnya.

Oleh karena itu, PSSI Partner Summit yang kedua kali dilaksanakan ini menjadi program bagi PSSI untuk menunjukkan tidak hanya pencapaian-pencapaian sepanjang tahun tetapi apa saja program federasi ke depannya.

Baca Juga : Fakta Laga Indonesia vs Myanmar: Tiket Sold Out, Kursi Stadion Banyak Kosong

Federasi juga menekankan bahwa mereka tidak hanya mengurusi Timnas Indonesia putra dan putri senior serta kelompok umur tetapi juga ada antara lain sepak bola elektronik (Esports), sepak bola amputasi, sepak bola tunawisma, dan lain-lain.

Angka yang dibutuhkan untuk mengelola itu pun dikatakan sangat luar biasa, lebih dari setengah triliun rupiah.

Sehingga, PSSI dan pemerintah tak akan bisa membangun sepak bola Tanah Air tanpa semua bantuan stakeholder dan acara PSSI Partner Summit ini merupakan bentuk tanggung jawab federasi kepada semua.

Baca Juga : Tanpa Lionel Messi, Argentina Petik Kemenangan Meyakinkan 2-0 Atas Honduras

"ini juga laporan ke publik bahwa memang dalam membangun sepak bola itu tidak mungkin stakeholder tidak bersatu," tuturnya dalam sesi wawancara seusai laga.

"Kita bisa lihat dari private sector, banyak sekali yang dukung. Kembali seperti yang saya sampaikan tidak mungkin kita bergantung hanya dari Pemerintah," ujar eks Presiden Inter Milan itu menambahkan.

"650 miliar lebih adalah angka yang fantastis, saya juga tidak pernah berpikir mengelola sepak bola itu, angkanya sebegitu besar. Kalau dulu di bola basket 30-40 (miliar) cukup gitu. Di badminton, mungkin 80. Ini benar-benar hampir bisa tujuh sampai 10 kali lipat," lanjut pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN tersebut.

Baca Juga : Raih Kemenangan, Pelatih Malaysia Sebut Timnya Masih Banyak Kelemahan

"Artinya ya memang peran Pemerintah, private sector harus menjadi kesatuan. kalo enggak, tidak mampu kalo tidak (didukung) semuanya," katanya.

Erick pun menuturkan bahwa angka 650 miliar tersebut masih tergolong rendah dari negara-negara di ASEAN yang dikatakan bisa mempunyai bujet hingga 1 triliun lebih.

Erick juga mengatakan bagaimana pergerakan negara-negara tetangga juga membuat PSSI tidak bisa diam.

"Saya baru dengar tadi di media sosial, Malaysia juga mau membangun sepak bola mereka," ujarnya.

"Ada pelatih baru, mereka mau hire CEO baru. Ini kembali apapun yang sudah kita lakukan, harus terus maju. Harus jaga mimpi," tutupnya. (rsy/nusantaraterkini.co)