Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

PSSI Tegaskan Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert Bebas Kasus Mafia Bola

Editor :  Redaksi2
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Mantan pemain timnas Belanda Patrick Kluivert menghadiri pertandingan sepak bola babak 16 besar UEFA Euro 2024 antara Rumania vs Belanda di Muenchen Football Arena, Muenchen pada 2 Juli 2024. Pada Rabu (8/1/2025) Patrick Kluivert resmi diumumkan sebagai pelatih timnas Indonesia. (Photo by Kirill KUDRYAVTSEV / AFP)(AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Beberapa laporan mengabarkan pelatih baru Timnas Indonesia yang baru ditunjuk PSSI Patrick Kluivert pernah tersandung kasus judi hingga terjerat hutang dan pengaturan skor mafia.  

Namun reaksi PSSI membantah tudingan tersebut, pihaknya tidak mungkin menggaet pelatih Timnas Indonesia yang punya rekam jejak seperti apa yang disebutkan.  

Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga angkat bicara, Patrick Kluivert tidak terbukti terlibat dalam pengaturan skor.  

Andai Kluivert terbukti bersalah, menurutnya sudah jelas otomatis sang pelatih akan mendapat blacklist di sepak bola Eropa. 

Baca Juga : Ketum PSSI Minta Jangan Takut-takuti Patrick Kluivert, Erick Thohir : Belum Mulai

Namun, Patrick Kluivert hingga 2023 masih berkarier di sepak bola Eropa menjadi pelatih kepala dari klub asal Turki Adana Demirspor.

“Pastinya kalau dia terlibat match fixing atau pengaturan skor atau berhubungan dengan judi sudah pasti orangnya di blacklist di Eropa,” tegas Arya saat ditemui wartawan pada Selasa (7/1/2025).  

“Kalau dia terlibat, kalau ada hoax, siapapun, apapun istilahnya setahu kami kalau orang terlibat match fixing, pengaturan skor pasti sudah di blacklist di Eropa,” tegasnya. 

Dikutip kompas.id tentang rekam jejak Kluivert dengan kontroversi. Berdasarkan laporan media Belanda, De Volkskrant, Kluivert saat masih menjadi pelatih tim cadangan klub Belanda FC Twente memasang taruhan pada pertandingan tim utama pada 2011 dan 2012. 

Baca Juga : 4 Rumah di Langkat Ludes Terbakar, Wakil Ketua DPRD Ricky Anthony Berikan Bantuan Bahan Pangan

Aktivitas tersebut tidak ilegal pada saat itu. Kluivert seolah melakukan perjudian yang dilarang, dirinya tak mengetahui apa dampak dari taruhannya.  

Kluivert lalu diperas oleh geng kriminal, mereka memiliki bukti rekaman suara Kluivert, mengancamnya akan merilis ke media, ia diminta membayar hutang 1 juta euro atau sekitar Rp 16 miliar. 

De Volkskrant melaporkan, para penyidik tidak memiliki bukti bahwa Kluivert terlibat dalam pengaturan skor ilegal tersebut.  

Pengacaranya mengatakan, Patrick Kluivert hanyalah korban pemerasan dalam kasus ini. Namun kasus ini memang menjadi noda yang mencoreng nama Kluivert.  

“Jadi ini (Kluivert) tidak di blacklist dong (bahkan) yang kami ambil tiga nama (calon pelatih) tidak di blacklist di Eropa, kalau di blacklist enggak mungkin kami panggil,” jelas Arya jelang PSSI merilis resmi Kluivert pelatih Timnas. 

Lebih lanjut Arya mengungkapkan pihaknya akan memenuhi seluruh fasilitas standar yang Kluivert butuhkan untuk bekerja di Indonesia.  

Adapun fasilitas-fasilitas khusus akan dibicarakan kemudian saat ia tiba di Indonesia 11 Januari 2025 nanti.

“Tentunya setiap pelatih ada yang namanya standar (fasilitas) kami akan cukupi, di luar standar kami akan bicarakan,” kata Arya.

“Masing-masing pelatih kan punya keunikan, Shin Tae-yong punya keunikan, pasti ada aja, tapi yang standar pasti kami penuhi,” sambungnya. (rsy/nusantaraterkini.co)