Nusantaraterkini.co, PADANGSIDIMPUAN - Puluhan mahasiswa tergabung dalam DPP Perkumpulan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Hukum (PERMADA PH), dan Gerakan Mahasiswa Anti Penindasan (GEMAS) geruduk Kantor Kejari Padangsidimpuan, Jumat (20/6/2025).
Pantauan awak media, tampak sejumlah Pegawai Kejaksaan Padangsidimpuan mendatangi massa yang unjuk rasa, namun masa tidak terima jika Kajari Lambok MJ Sidabutar tidak hadir. Massa juga memblokir Jalan Serma Lian Kosong tersebut dan membakar ban mobil.
Baca Juga : Mutasi Besar Kejaksaan, Kajari Padangsidimpuan Promosi ke Kejagung RI
Dalam orasinya, Rezki Fery Sandria dan Hasbi Munandar Nst, menuntut evaluasi kinerja Kajari Lambok MJ Sidabutar karena diduga mempraktikkan tebang pilih dalam penegakan hukum.
Baca Juga : Kajari Padangsidimpun Bantah Dirinya Sebut Tidak Ingin Berteman dengan Awak Medan
"Publik menjadi resah atas penanganan kasus korupsi dana ADD 2023, yang mana tersangka Mustafa Kamal Siregar dibebaskan setelah praperadilan, dan biaya perkara dibebankan pada negara melalui Kejaksaan. Suatu contoh buruk yang menampar logika hukum kita," ujar pendemo.
Massa menilai Kajari gagal menjaga marwah hukum di Kota Salak. Dan, lambatnya penanganan kasus yang melibatkan tokoh-tokoh besar atau elit, sementara masyarakat kecil tetap menjadi korban ketidakadilan.
Baca Juga : Kasus Penipuan 34 Anggota Polisi, Tersangka RL Resmi Dilimpahkan ke Kejari Padangsidimpuan
"Hukum bukan milik kekuasaan, tapi milik rakyat, kami butuh Aparat Penegak Hukum yang jujur dan Independen," ucap mereka.
Baca Juga : Kejari Padangsidimpuan Tetapkan Tersangka Baru Kasus Tor Hurung Natolu, Mantan Wali Kota IE Turut Diperiksa
Massa juga mengajukan tiga tuntutan ke Kejati Sumut yaitu memeriksa Kajari atas dugaan pelanggaran etik, mengevaluasi jabatannya, dan mendesak pengunduran dirinya secara terhormat.
"Bila tidak mampu bekerja untuk rakyat, lebih baik mundur. Jangan jadikan hukum alat kekuasaan dan jaga marwah Institusi," pungkas orator.
Dengan tidak hadirnya Kajari, massa lalu membubarkan diri dengan tertib dengan pengamanan dari Personel Polres dan Satpol PP setempat. Mereka berjanji akan kembali lagi minggu depan dengan massa yang lebih banyak.
(sgm/nusantaraterkini.co)
