Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Walikota Palembang, Ratu Dewa menyerahkan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) fasilitas pengelolaan sampah ke 25 bank sampah paling aktif di Kota Palembang.
Hal itu guna mengatasi persoalan sampah secara serius dan berkelanjutan melalui program prioritas "1 Kelurahan 1 Bank Sampah".
Baca Juga : Gubernur Sumsel Minta Pompa Terintegrasi CCTV di Setiap Titik Banjir, Pantau Level Air Real-Time
Penyerahan bantuan ini, dilakukan di tengah meningkatnya volume sampah seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi masyarakat kota.
Baca Juga : Beredar Isu Lima Oknum Dishub Palembang Dipecat, Ratu Dewa: Belum, Masih Tunggu Hasil BAP
"Apabila sampah tidak dikelola dengan baik, maka akan menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan, banjir akibat saluran tersumbat, gangguan kesehatan, hingga memperburuk estetika kota,” ujar Dewa, Jum’at (22/5/2026).
Oleh karena itu, Pemko Palembang terus melakukan langkah strategis untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terpadu, dan berbasis partisipasi masyarakat.
Baca Juga : Investasi Hampir Rp2 Triliun, Proyek PSEL TPA Terjun Bakal Jadi Tulang Punggung Energi Baru Sumut
Dewa mengatakan jika pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam mengelola sampah, di mana keterlibatan aktif masyarakat dari hulu atau sumber sampah adalah kunci utama.
Baca Juga : DPR Dukung Instruksi Prabowo Subianto Jadikan Penanganan Sampah Prioritas Nasional
“Saat ini, telah tercatat ada 98 bank sampah yang tersebar di 18 kecamatan di Kota Palembang,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, Pemko Palembang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyalurkan bantuan sarpras kepada 25 bank sampah yang dinilai paling produktif berdasarkan evaluasi operasional dan jumlah nasabahnya.
Adapun rincian paket bantuan sarpras yang diserahkan untuk setiap bank sampah meliputi 1 unit motor sampah, 1 unit tempat sampah ukuran 1 meter kubik, 2 unit tempat sampah organik dan non-organik ukuran 500 liter, 6 unit kotak sampah terpilah tiga warna, 2 unit komposter, 1 unit timbangan, 1 unit mesin cacah sampah, dan 1 unit mesin cacah plastik.
“Ini sebagai bentuk penghargaan dan stimulus agar bank sampah lain terpacu untuk semakin aktif mengelola sampah organik maupun anorganik di wilayah masing-masing,” imbuhnya.
Di sela-sela acara, ia juga memberikan apresiasi kepada Bank Sampah Indonesia Legacy yang beroperasi di Kampung Al-Qur’an, karena dinilai sukses memadukan pengelolaan lingkungan dengan pendidikan karakter yang inovatif.
Di wilayah tersebut, siswa-siswi dapat membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sekolah menggunakan sampah yang mereka kumpulkan untuk kemudian dikelola oleh bank sampah.
"Ini adalah langkah edukatif yang luar biasa dalam membangun kepedulian lingkungan sejak usia dini. Anak-anak tidak hanya belajar pendidikan formal dan agama, tetapi juga diajarkan bahwa sampah memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik. Saya berharap inovasi ini menjadi inspirasi bagi sekolah dan komunitas lain di Palembang," ungkapnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada petugas kebersihan, pengurus bank sampah, relawan, dan seluruh elemen masyarakat yang konsisten menjaga kebersihan kota.
Ia berharap sinergi ini dapat mewujudkan Kota Palembang yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan di masa depan.
"Bantuan ini bukan untuk membeda-bedakan, melainkan sebagai bentuk penghargaan dan stimulus agar bank sampah lain terpacu untuk semakin aktif mengelola sampah organik maupun anorganik di wilayah masing-masing," ucap dia.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
- Ratu Dewa
- bank sampah Palembang
- pengelolaan sampah
- DLH Palembang
- sarpras bank sampah
- sampah Palembang
- Pemko Palembang
- lingkungan hidup
- 1 Kelurahan 1 Bank Sampah
- motor sampah
- mesin cacah sampah
- kebersihan kota
- bank sampah aktif
- sampah organik
- sampah anorganik
- Bank Sampah Indonesia Legacy
- Kampung Al-Qur’an Palembang
