Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Respon Kritik Anies IKN Timbulkan Ketimpangan, Pengamat: Jangan Hanya Pendapat, Sampaikan Kajian Akademis

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Nanda Prayoga
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Firrean Suprapto, Sekjen MAKPI. (Foto: LinkedIn)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Respon Kritik Anies IKN Timbulkan Ketimpangan, Pengamat: Jangan Hanya Pendapat, Sampaikan Kajian Akademis

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Kritik terhadap Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dilontarkan salah satu calon presiden (capres) Anies Baswedan menimbulkan ketimpangan direspon oleh pengamat kebijakan publik, Firrean Suprapto.

Baca Juga : Anies Baswedan Soroti Pelemahan Rupiah, Minta Pemerintah Jujur soal Kondisi Ekonomi

Sosok yang juga menjabat sebagai Sekjen Masyarakat Kebijakan Publik Indonesia (MAKPI) ini mengatakan, bahwa dalam kritik itu Anies harus menyampaikan kajian secara akademis, tidak hanya berpendapat saja.

Baca Juga : Sebut Putusan MK Soal Jakarta Selaras Undang-Undang, Pengamat: Anies Sejak Lama Paham Regulasi IKN

"Pendapatnya (Anies) terkait pembentukan IKN menimbulkan ketimpangan baru dan tidak sesuai dengan tujuan pemerataan pemerintah kan hanya pandangan saja. Silahkan pendapat tersebut diuji dan disampaikan kajian akademisnya. Kalau hanya pendapat, ya semua orang bisa memberikan komentar," katanya.

Lebih lanjut Firrean berpendapat, bahwa apa yang terjadi di IKN masih normal saja dan tidak menimbulkan ketimpangan baru yang signifikan.

Baca Juga : Presiden Prabowo Tinjau IKN, Pusat Pemerintahan Ditargetkan Rampung 2028

"Di setiap wilayah selalu ada rasio, jadi ada indikator atas dan bawah, selama ketimpangan masih pada posisi wajar dan terkendali, ya itu normal saja," kata Firrean.

Baca Juga : Anggota DPR Sebut Putusan MK Soal IKN Berupa Penegasan, Pembangunan Disesuaikan Kemampuan Anggaran

Diketahui, sebelumnya, Anies Baswedan mengkritisi proyek IKN yang sedang dijalankan pemerintah saat ini saat menghadiri dialog terbuka Muhammadiyah di UMS Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (22/11/2023). Anies mengatakan, tujuan dengan langkah yang dikerjakan di dalam IKN tidak nyambung.

“Membangun satu kota di tengah hutan itu sesungguhnya menimbulkan ketimpangan yang baru. Jadi antara tujuan dengan langkah yang dikerjakan itu nggak nyambung,” kata Anies.

Baca Juga : Putusan MK Jadi Rujukan Final Pemindahan Ibu Kota ke IKN

(mr6/nusantaraterkini.co)