nusantaraterkini.co, BINJAI - Hujan deras yang mengguyur Kota Binjai sejak Selasa (8/10/2024) malam mengakibatkan ribuan rumah terendam banjir.
Banjir diketahui merendam sebagian besar kawasan pemukiman di daerah aliran sungai dan wilayah dataran rendah.
Pantauan wartawan di lapangan, pada Rabu (09/10/2024) pagi, kawasan pemukiman terdampak banjir paling parah mencakup enam kelurahan dari tiga kecamatan, yang termasuk wilayah bantaran Sungai Bangkatan dan Sungai Mencirim.
Baca Juga : Binjai Dikepung Banjir, 18 Kelurahan Terdampak
Wilayah itu antara lain, Kelurahan Rambung Barat, Kelurahan Binjai Estate, dan Kelurahan Pujidadi di Kecamatan Binjai Selatan, Kelurahan Setia dan Kelurahan Kartini di Kecamatan Binjai Kota, serta Kelurahan Mencirim di Kecamatan Binjai Timur.
Selain merendam ribuan rumah dan sejumlah fasilitas umum, erosi air sungai juga merusak lahan pertanian, merusak bangunan dan fasilitas umum, serta menyebabkan matinya hewan ternak peliharaan warga.
Dedi Candra (46), salah seorang korban terdampak banjir luapan Sungai Bangkatan, warga Kelurahan Rambung Barat, Kecamatan Binjai Selatan, mengatakan, banjir kali ini menjadi yang terburuk sepanjang 2024.
Baca Juga : Wagub Sumut: HUT ke-154 Binjai Momentum Perkuat Optimisme dan Kemajuan Daerah
"Air sungai sendiri mulai naik jam 10 malam. Puncaknya itu sekitar jam 12 atau jam 1 dini hari. Tapi sekarang ini, alhamdulillah sudah mulai surut," ungkapnya.
Demi menghindarkan korban dan hal-hal yang tidak diinginkan, menurut Dedi, warga terdampak banjir berinisiatif mengevakuasi anggota keluarga dan memindahkan barang berharga ke tempat yang lebih aman.
"Harapan kami Pemko Binjai bisa melakukan pengerukan sedimen. Tujuan supaya volume sungai kembali besar, sehingga air hujan bisa tertampung maksimal ke sungai," ucapnya.
Baca Juga : Begal Kian Brutal di Binjai, Politisi PAN Fithri Mutiara Harahap Desak Polres Binjai Bertindak Tegas
Berdasarkan laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai, hingga Rabu (09/10/2024) pagi, pukul 08.00 WIB, korban terdampak banjir luapan Sungai Bangkatan dan Sungai Mencirim mencapai 1.231 keluarga di 26 lingkungan dari enam kelurahan.
Rinciannya, Kelurahan Rambung Barat dengan 219 keluarga, Kelurahan Binjai Estate dengan 54 keluarga, Kelurahan Pujidadi dengan 74 keluarga, Kelurahan Setia dengan 656 keluarga, Kelurahan Kartini dengan 32 keluarga, serta Kelurahan Mencirim dengan 250 keluarga.
Beruntung tidak ada laporan mengenai korban jiwa dan korban luka akibat bencana ini.
Baca Juga : AFF U19 2026: Babak 1, Indonesia 1-0 Timor Leste
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Binjai, Rudi Iskandar Baroes, melalui Koordinator Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops), Muhammad Surya Wijaya, mengakui, sejauh ini Satgas BPBD akita Binjai masih disiagakan di daerah terdampak banjir, untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan.
"Koordinasi lintas sektoral secara masif terus kita lakukan, terutama dengan pemerintah kelurahan dan kecamatan, dengan dinas kesehatan, maupun dengan TNI-Polri. Selain itu, kita juga aktif memantau kondisi cuaca untuk memudahkan dilakukannya peringatan dini bagi warga," ungkap Surya.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Baca Juga : Dua Orang Tertimbun Longsor di Batangtoru, Seorang Ditemukan Meninggal
