Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ringankan Beban Warga, Ditpolairud Polda Sumsel Jemput Jenazah di RS Palembang

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Adetia Purwaningsih
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Personel Ditpolairud Polda Sumsel mengerahkan unit ambulance apung untuk menjemput jenazah seorang bayi berusia 21 hari di dermaga Jakabaring, Palembang, guna diantarkan ke rumah duka di Desa Upang, Kabupaten Banyuasin, Minggu (22/2/2026).

Aksi kemanusiaan ini dilakukan setelah petugas di Pos Pangkalan Sandar Upang menerima laporan darurat dari Fauzi, warga kurang mampu yang kesulitan membawa pulang jenazah anaknya, Nayzil, dari Rumah Sakit Bunda Jakabaring. 

Baca Juga : Polda Sumsel Ringkus 137 Tersangka Kasus 3C Selama Mei 2026

Bayi mungil tersebut dikabarkan meninggal dunia akibat mengalami kelainan pada paru-paru setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan medis.

Baca Juga : Polda Sumsel Tangkap Empat Tersangka Manipulasi 12 Ribu IMEI Ilegal di Palembang

Komandan Kapal V-1027 Upang, Aipda Ardianto, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat sesaat setelah menerima instruksi dari Direktur Polairud Polda Sumsel untuk memberikan pelayanan transportasi gratis tersebut.

"Begitu menerima telepon dari warga, kami langsung berkoordinasi dan diperintahkan untuk segera menjemput jenazah di Palembang. Perjalanan dari Pos Upang menuju dermaga 9/10 Ulu memakan waktu sekitar satu jam, dan alhamdulillah jenazah langsung bisa kami evakuasi ke rumah duka," ujar Aipda Ardianto.

Baca Juga : Wakapolda Sumsel Tinjau Kesiapan Personel Ditpolairud, Pastikan Keamanan Jalur Perairan Sungai Lais

Diketahui, kondisi ekonomi keluarga yang terbatas menjadi kendala utama bagi orang tua bayi dalam memulangkan jenazah melalui jalur perairan. Berdasarkan keterangan medis, bayi tersebut sebelumnya sempat mengalami demam tinggi dan muntah sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Palembang.

Baca Juga : Bawa 49 Gram Sabu, Nelayan Asal Langkat Diringkus Polisi Diperairan Belawan

Pihak Ditpolairud Polda Sumsel menegaskan bahwa fasilitas ambulance apung memang disiagakan untuk melayani masyarakat, terutama dalam situasi darurat di wilayah perairan yang sulit dijangkau transportasi darat.

"Kami kembali mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang berada di pesisir atau sekitar Pos Upang, agar tidak segan menghubungi personel Ditpolairud jika memerlukan bantuan transportasi darurat. Kami siap memberikan pelayanan maksimal sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah kesulitan warga," pungkasnya.

Baca Juga : Raih Kemenangan, Pelatih Malaysia Sebut Timnya Masih Banyak Kelemahan

 (Tia/Nusantaraterkini.co)