Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Rupiah Awali Pekan Menguat ke Rp16.868 per Dolar AS, Sentimen Global Masih Bayangi Pasar

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Seorang karyawan menghitung rupiah yang ditukarkan dengan dolar Amerika Serikat di salah satu money changer. (Foto: istimewa).
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTANilai tukar Rupiah memulai perdagangan awal pekan dengan penguatan tipis. Pada Senin (23/2/2026), rupiah dibuka naik 0,12% ke level Rp16.868 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi penutupan Jumat (20/2/2026) di Rp16.888 per dolar AS.

Penguatan ini terjadi di tengah pergerakan mayoritas mata uang Asia yang juga menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang memimpin penguatan dengan kenaikan 0,54%, diikuti ringgit Malaysia dan dolar Taiwan yang sama-sama naik 0,41%. Dolar Singapura menguat 0,2%, baht Thailand 0,19%, dan won Korea Selatan 0,15%. Sementara itu, dolar Hong Kong terkoreksi tipis 0,01%.

Di sisi lain, Indeks Dolar AS yang mengukur kekuatan dolar terhadap sejumlah mata uang utama tercatat melemah 0,40% ke level 97,34.

Baca Juga : Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Sebut Pelemahan Dipicu Sentimen Pasar

Rupiah Menguat Terhadap Mata Uang Global

Tak hanya terhadap dolar AS, rupiah juga menunjukkan penguatan terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Terhadap poundsterling Inggris, rupiah naik 0,15% ke Rp22.757. Terhadap euro menguat 0,03% ke Rp19.645, dan terhadap dolar Australia terapresiasi 0,05% ke Rp11.908.

Sentimen Trump Bayangi Pasar

Baca Juga : Rupiah Tertekan di Awal Perdagangan, Tembus Rp17.896 per Dolar AS di Tengah Pergerakan Beragam Mata Uang Asia

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pergerakan rupiah hari ini berpotensi fluktuatif dengan kecenderungan melemah, meski dibuka di zona hijau.

Menurutnya, tekanan terhadap dolar AS muncul di tengah ketidakpastian kebijakan ekonomi mantan Presiden AS, Donald Trump. Trump diketahui mengkritik keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan penggunaan kewenangan darurat untuk menerapkan tarif resiprokal.

Dalam pernyataan terbarunya, Trump berencana menaikkan tarif global sebesar 10% hingga 15% guna mempertahankan kebijakan proteksi perdagangan. Wacana tersebut kembali memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap arah kebijakan dagang AS ke depan.

Baca Juga : Mensesneg Soroti Peran Spekulan di Balik Anjloknya IHSG dan Pelemahan Rupiah

Ibrahim memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp16.880 hingga Rp16.910 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini, dengan volatilitas yang masih cukup tinggi seiring perkembangan sentimen global.

(Dra/nusantaraterkini.co).