nusantaraterkini.co, MEDAN – Nilai tukar rupiah bergerak positif pada awal perdagangan Rabu (26/11/2025). Di pasar spot, rupiah dibuka menguat tipis ke posisi Rp16.656 per dolar AS, naik 1 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya, berdasarkan data Bloomberg.
Mata Uang Asia Kompak Menguat
Sejumlah mata uang utama Asia turut bergerak di zona hijau, mencerminkan sentimen pasar yang membaik.
Baca Juga : Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Sebut Pelemahan Dipicu Sentimen Pasar
Rupee India menguat 0,02%
Peso Filipina naik 0,08%
Won Korea menguat signifikan 7,55%
Dolar Taiwan naik 0,11%
Yen Jepang menguat 0,14%
Kinerja positif berbagai mata uang regional ini turut memberikan sentimen pendukung bagi rupiah.
Baca Juga : IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp18.000/Dolar AS, DPR Minta Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor
Sentimen The Fed Dorong Peluang Penguatan Rupiah
Analis pasar uang Lukman Leong menilai rupiah berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini. Ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan segera memangkas suku bunga acuannya menjadi katalis utama.
Sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis semalam, seperti ADP Employment, Producer Price Index (PPI), dan penjualan ritel menunjukkan pelemahan, sehingga meningkatkan peluang pelonggaran kebijakan moneter The Fed.
Baca Juga : DPR Ingatkan Lonjakan Dolar AS Ancam Ketahanan Pangan, Minta Pemerintah Kurangi Ketergantungan Impor
Proyeksi Pergerakan Rupiah: Rp16.600–Rp16.700
Dengan meredanya tekanan dari dolar AS, ruang penguatan rupiah dinilai semakin terbuka.
“Pada hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp16.600 – Rp16.700 per dolar AS,” ujar Lukman.
Baca Juga : Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Tembus Rp18.000! Simak Kurs Terbaru
(Dra/nusantaraterkini.co)
