Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Rupiah Hari Ini Masih Tertekan di Rp17.730 per Dolar AS, Harapan Damai Timur Tengah Redakan Tekanan Pasar

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Seorang pekerja tengah memperlihatkan mata uang dolar dan rupiah. (Foto: istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih bergerak terbatas pada awal perdagangan Selasa (26/5/2026). Mata uang Garuda dibuka stagnan di level Rp17.730 per dolar AS, sama seperti posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah belum menunjukkan penguatan setelah sehari sebelumnya ditutup melemah 0,23 persen. Level tersebut bahkan tercatat sebagai titik terlemah rupiah sepanjang sejarah terhadap dolar AS.

Meski demikian, tekanan terhadap mata uang emerging market mulai sedikit mereda seiring melemahnya indeks dolar AS (DXY). Hingga pukul 09.00 WIB, indeks dolar tercatat turun 0,17 persen ke posisi 99,068.

Baca Juga : Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Sebut Pelemahan Dipicu Sentimen Pasar

Pergerakan pasar global saat ini masih dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait peluang tercapainya kesepakatan yang dapat membuka kembali Selat Hormuz dan meredakan konflik Iran yang telah berlangsung selama tiga bulan.

Optimisme pasar terhadap potensi perdamaian mendorong harga minyak dunia turun hingga di bawah US$100 per barel. Kondisi tersebut dinilai mampu mengurangi tekanan inflasi global sekaligus meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah.

Laporan terbaru menyebutkan negosiator utama Iran bersama Menteri Luar Negeri Iran berada di Doha untuk melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Qatar terkait peluang kesepakatan damai. Presiden AS Donald Trump juga mengungkapkan proses negosiasi berjalan cukup baik, meskipun tetap memberi peringatan soal kemungkinan serangan lanjutan apabila pembicaraan gagal mencapai hasil.

Baca Juga : Rupiah Tertekan di Awal Perdagangan, Tembus Rp17.896 per Dolar AS di Tengah Pergerakan Beragam Mata Uang Asia

Di sisi lain, Komando Pusat AS mengaku kembali melancarkan serangan untuk melindungi pasukannya dari ancaman militer Iran. Situasi ini membuat pelaku pasar masih berhati-hati meski harapan deeskalasi konflik mulai muncul.

Analis menilai, jika ketegangan di kawasan Timur Tengah benar-benar mereda dan jalur distribusi energi global kembali normal, maka tekanan terhadap dolar AS dapat berkurang. Hal itu berpotensi memberi ruang penguatan bagi rupiah dalam beberapa waktu ke depan.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Tembus Rp18.000! Simak Kurs Terbaru