Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah kembali berada di zona merah pada perdagangan pagi hari ini, setelah sempat menguat pada sesi sebelumnya.
Mengacu pada data Bloomberg, rupiah dibuka melemah ke level Rp17.043 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (9/4/2026). Posisi ini turun sekitar 0,18 persen dibandingkan penutupan sehari sebelumnya yang berada di level Rp17.012 per dolar AS.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dirilis Bank Indonesia tercatat di level Rp17.009 per dolar AS.
Baca Juga : Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Sebut Pelemahan Dipicu Sentimen Pasar
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh penguatan kembali dolar AS yang mulai rebound di pasar global. Meski demikian, tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih terbatas.
“Rupiah cenderung bergerak konsolidatif dengan potensi pelemahan terbatas, seiring rebound dolar AS. Namun sentimen risk-on masih memberikan penopang,” ujarnya.
Selain faktor eksternal, pelaku pasar juga mulai mencermati ketidakpastian geopolitik. Keraguan terhadap keberlanjutan gencatan senjata memicu kekhawatiran di kalangan investor.
Isu ini mencuat setelah Iran menuding Amerika Serikat melanggar kesepakatan, termasuk dengan menyinggung serangan Israel ke Lebanon. Kondisi tersebut turut memengaruhi sentimen pasar keuangan global.
Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp16.950 hingga Rp17.100 per dolar AS.
Di kawasan Asia, mayoritas mata uang juga mengalami tekanan. Peso Filipina mencatat pelemahan terdalam dengan penurunan 0,39 persen. Disusul ringgit Malaysia yang turun 0,22 persen, serta won Korea Selatan melemah 0,21 persen.
Baca Juga : Mensesneg Soroti Peran Spekulan di Balik Anjloknya IHSG dan Pelemahan Rupiah
Yen Jepang tercatat terdepresiasi 0,16 persen, sementara baht Thailand terkoreksi 0,12 persen. Dolar Taiwan dan dolar Singapura masing-masing turun 0,07 persen, serta yuan China melemah tipis 0,04 persen.
Di tengah pelemahan tersebut, dolar Hong Kong menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang mencatat penguatan tipis terhadap dolar AS.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Tembus Rp18.000! Simak Kurs Terbaru
