Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Rupiah Hari Ini Tertahan di Rp17.150 per Dolar AS, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga BI

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dollar AS. (Foto: Antara).
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTANilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak terbatas pada awal perdagangan Rabu (22/4/2026). Mata uang Garuda dibuka di level Rp17.150 per dolar AS, cenderung stagnan di tengah sikap wait and see pelaku pasar menjelang hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.

Mengacu pada data pasar, rupiah sempat menguat tipis sekitar 0,02 persen ke posisi Rp17.146 per dolar AS sesaat setelah pembukaan. Namun, penguatan tersebut belum mampu membawa rupiah keluar dari tekanan eksternal yang masih kuat.

Sentimen global masih membayangi, terutama dari indeks dolar AS yang bertahan di kisaran 98,39. Di sisi lain, harga minyak mentah Brent kontrak Juni 2026 juga mengalami kenaikan 0,88 persen ke level US$99,25 per barel. Kenaikan harga energi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi pelebaran defisit eksternal Indonesia.

Baca Juga : Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Sebut Pelemahan Dipicu Sentimen Pasar

Pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau beragam. Won Korea Selatan mencatat penguatan terbesar sekitar 0,21 persen, disusul dolar Singapura 0,09 persen, yen Jepang 0,07 persen, serta yuan offshore yang naik 0,06 persen.

Sebaliknya, tekanan terlihat pada baht Thailand yang melemah 0,24 persen dan ringgit Malaysia turun 0,16 persen. Sepanjang April 2026, rupiah tercatat mengalami depresiasi sekitar 0,87 persen, menjadikannya salah satu mata uang dengan kinerja terlemah di kawasan, meski sempat mencatat penguatan tipis dalam beberapa hari terakhir.

Fokus pasar saat ini tertuju pada keputusan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia. Konsensus memperkirakan bank sentral akan menahan suku bunga di level 4,75 persen sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar di tengah volatilitas global.

Baca Juga : Rupiah Tertekan di Awal Perdagangan, Tembus Rp17.896 per Dolar AS di Tengah Pergerakan Beragam Mata Uang Asia

Selain faktor eksternal, sentimen domestik juga turut memengaruhi pergerakan rupiah. Penyesuaian outlook peringkat kredit Indonesia oleh lembaga pemeringkat dinilai menjadi tekanan tambahan, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap arah kebijakan fiskal yang lebih ekspansif.

Secara teknikal, rupiah berpotensi menguat jika mampu menembus resistance terdekat di level Rp17.120 per dolar AS. Jika momentum berlanjut, penguatan lanjutan dapat mengarah ke Rp17.100 hingga Rp17.000 per dolar AS dalam jangka pendek.

Namun, risiko pelemahan masih terbuka. Apabila terjadi pembalikan arah, rupiah berpotensi melemah menuju level support Rp17.200, dengan batas psikologis berikutnya di kisaran Rp17.400 per dolar AS.

Baca Juga : IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp18.000/Dolar AS, DPR Minta Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor

(Dra/nusantaraterkini.co)