Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Rupiah Tertekan ke Rp 16.782 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dollar AS. (Foto: Antara).
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Rabu (7/1/2026) siang. Hingga pukul 12.10 WIB, rupiah melemah 0,14% dan bertengger di level Rp 16.782 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi sehari sebelumnya di Rp 16.758 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia yang cenderung melemah di hadapan dolar AS. Di kawasan regional, rupiah mencatatkan pelemahan paling dalam pada sesi siang ini.

Selain rupiah, ringgit Malaysia juga turun 0,14%, diikuti peso Filipina yang melemah 0,12%. Selanjutnya, won Korea Selatan terdepresiasi 0,08%, dolar Singapura melemah 0,06%, serta yuan China yang turun 0,05% terhadap dolar AS.

Baca Juga : Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Sebut Pelemahan Dipicu Sentimen Pasar

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia justru bergerak menguat. Rupee India mencatat penguatan tertinggi sebesar 0,24%, disusul yen Jepang yang naik 0,12%. Dolar Taiwan menguat 0,04%, baht Thailand naik tipis 0,01%, sementara dolar Hong Kong menguat 0,09%.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia berada di level 98,55, sedikit melemah dibandingkan perdagangan sebelumnya di 98,58.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Baca Juga : Rupiah Tertekan di Awal Perdagangan, Tembus Rp17.896 per Dolar AS di Tengah Pergerakan Beragam Mata Uang Asia