Nusantaraterkini.co,BANGKOK-Kejutan besar hampir saja diciptakan oleh Filipina saat menantang kekuatan tradisional Asia Tenggara, Vietnam, pada babak semifinal sepak bola putra SEA Games 2025. Bertempat di Stadion Rajamangala pada Senin (15/12/2025), skuat berjuluk The Azkals tersebut memberikan perlawanan yang luar biasa alot hingga memaksa skor tetap imbang tanpa gol sepanjang babak pertama.
Javier Mariona, pemain sayap berbakat berdarah El Salvador, menjadi sosok paling merepotkan bagi barisan pertahanan Vietnam lewat tusukan-tusukan tajamnya. Meski Filipina mendapatkan banyak keuntungan dari skenario bola mati akibat pelanggaran pemain lawan, penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat mereka gagal mengonversi peluang menjadi keunggulan.
Baca Juga : Sosok Polisi dan Dewan Dibalik Gebyar Sepak Bola Anak Putra Kalang
Memasuki paruh kedua, tensi pertandingan justru semakin memanas ketika Vietnam mulai mengubah strategi dengan memperkuat lini tengah demi memancing celah serangan balik. Di bawah mistar gawang Filipina, Nicholas Guimaraes sempat menjadi pahlawan dengan rentetan penyelamatan gemilang, termasuk menepis sundulan maut Nguyen Xuan Bac di pertengahan babak.
Namun, konsentrasi Filipina akhirnya runtuh di penghujung laga. Tandukan tajam Le Thuan Van pada menit ke-89 serta eksekusi tendangan bebas Thanh Nhan di masa injury time memastikan kemenangan 2-0 bagi skuat Golden Stars.
Kemenangan ini membawa makna mendalam bagi Vietnam setelah kegagalan pahit mereka pada edisi sebelumnya. Pelatih Timnas Vietnam Kim Sang-sik memberikan komentarnya usai laga mengenai perjuangan anak asuhnya melawan pertahanan berlapis Filipina.
"Kami tahu laga ini tidak akan mudah karena Filipina bertahan dengan sangat disiplin, namun keberanian para pemain untuk terus menekan hingga detik terakhir menjadi kunci keberhasilan kami kembali ke partai puncak," ujarnya dalam sesi konferensi pers pascapertandingan.
Hasil ini sekaligus menandai kebangkitan Vietnam yang sempat kehilangan dominasinya pada SEA Games 2023 akibat disingkirkan oleh Indonesia. Dengan catatan dua medali emas dalam empat tahun terakhir, Vietnam kini menatap partai final dengan ambisi besar untuk merebut kembali takhta tertinggi sepak bola Asia Tenggara.
Baca Juga : Analisis Taktis Kekalahan: Mengurai Penyebab Gagalnya Timnas U-22 Mempertahankan Emas SEA Games
Sementara bagi Filipina, pencapaian hingga babak semifinal tahun ini tetap menjadi catatan sejarah penting meski langkah mereka harus terhenti secara dramatis di tangan sang raja turnamen.
(*/Nusantaraterkini.co)
