Nusantaraterkini.co, MEDAN - Polda Sumut mengungkap dua orang tersangka eksekutor pembakaran rumah wartawan yakni RAS dan YT mendapat upah Rp 2 juta.
Kedua eksekutor ini mendapat upah Rp 2 juta diberikan oleh tersangka B alias Bulang. Usai mendapatkan uang, kedua tersangka RAS dan YT lalu membagi uangnya masing-masing Rp 1 juta.
"Usai kedua eksekutor RAS dan YT jalankan aksinya, tersangka B alias Bulang memberikan upah masing-masing mendapat Rp 1 juta," ungkap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi kepada Nusantaraterkini.co, Sabtu (13/7/2024).
Baca Juga : Rekonstruksi Pembakaran Wartawan Berlangsung 57 Adegan, Ini Penjelasan Polda Sumut
Bulang juga memberikan uang untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar senilai Rp 130 ribu. Kedua cairan mudah terbakar itu kemudian dicampur dan disiramkan ke sekeliling rumah Sempurna Pasaribu.
Dua botol yang digunakan untuk menyiramkan cairan mudah terbakar ke rumah Sempurna Pasaribu ditemukan 30 meter dari lokasi. Botol-botol tersebut kemudian jadi bukti petunjuk polisi mengungkap kasus tersebut.
"Penyidik membawa dua botol bekas tersebut ke laboratorium forensik. Menggunakan konsep Scientific Crime Investigation polisi berhasil ungkap kasus ini mengarah kepada ketiga pelaku. Pembuktian ilmiah," jelas Kombes Pol Hadi Wahyudi.
Baca Juga : Anak Korban Pembakaran Maut Datangi Pomdam I/BB, Ini Bukti-bukti yang Diserahkan
Termasuk, tuturnya, rekaman CCTV yang berada di sekitar rumah korban merekam detik-detik kedua eksekutor, RAS dan YT, sebelum dan sesudah membakar. Dalam jalankan aksinya kedua pelaku mengendarai sepeda motor matik.
"Bulang inilah yang memberikan fasilitas sepeda motor matik yang digunakan oleh kedua eksekutor dalam menjalankan aksinya," kata Hadi.
Lantas apa motif tersangka Bulang menyuruh kedua eksekutor membakar rumah korban? Hal ini hingga kini belum terkuak, begitu juga dengan dalang atau aktor intelektual pembakaran juga belum diringkus pihak berwajib.
Diketahui, kebakaran melanda rumah milik seorang wartawan di Jalan Nabung Surbakti, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Kamis (27/6/2024) dini hari.
Kebakaran ini merenggut 4 orang korban meninggal dunia. Keempat korban masing-masing bernama Sempurna Pasaribu (47), istrinya Efrida Boru Ginting (48), anaknya, Sudi Inveseti Pasaribu (12) dan cucunya Lowi Situngkir (3).
(cw5/nusantaraterkini.co)
