Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Senator Harap Polda Aceh Usut Kasus TPPO ke Malaysia

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota DPD RI Azhari Cage. (Foto: dok DPD)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota DPD RI Azhari Cage mengutuk dan mengecam segala bentuk Tindakan Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Aceh ke Malaysia.

Sebab, menurut Azhari Cage hal tersebut merupakan perbuatan yang biadab.

Baca Juga : Tekan Kasus Perdagangan Orang, Sumsel Aktifkan Gugus Tugas TPPO

“TPPO itu biadab, mereka yang memperjual belikan anak-anak perempuan Aceh ke Malaysia untuk dijadikan pelacur itu sangat biadab dan tidak bermoral. Seharusnya sesama masyarakat Aceh menjaga itu bukan malah menjual ke negeri orang, ini sungguh perbuatan biadab yang tidak bisa kita tolerir,” ujarnya, Kamis (26/12/2024).

Baca Juga : BP3MI Sumsel Pulangkan 60 Pekerja Migran Korban TPPO dari Malaysia dan Kamboja

Dengan adanya kejadian tersebut Azhari Cage meminta kepada Polda Aceh dan Polri untuk mengusut tuntas kasus TPPO tersebut sampai ke akar-akarnya dan memberikan hukuman berat kepada pelaku.

“Dimana moral mereka yang tega sesama orang Aceh menjual anak Aceh untuk dijadikan pelacur ke Malaysia, ini terkutuk dan biadab,” tegasnya.

Baca Juga : Diduga Hina Nabi Muhammad di Medsos, Pria Asal Aceh Ditangkap di Kalbar

Selain itu, Azhari juga meminta kepada pemerintah Aceh yang baru dan Presiden Prabowo untuk memperhatikan dan membuka lapangan kerja di Aceh agar masyarakat Aceh dapat bekerja dan hasil Aceh dapat dinikmati oleh masyarakat Aceh.

Baca Juga : 350 Personil Brimob Polda Aceh Berjibaku Bersihkan Lumpur Sisa Banjir Aceh Tamiang

“Tugas utama dari pemerintahan Aceh yang baru adalah membuka lapangan kerja agar pengangguran teratasi dan masyarakat Aceh lebih sejahtera,” ucapnya.

Anggota DPD-RI tersebut juga meminta kepada perusahaan-perusahaan BUMN dan perusahaan Swasta yang ada di Aceh agra mengutamakan tenaga kerja lokal.

Baca Juga : Raih Kemenangan, Pelatih Malaysia Sebut Timnya Masih Banyak Kelemahan

“Saya minta perusahaan-perusahaan BUMN dan perusahaan swasta yang beroperasi di Aceh lebih mengutamakan tenaga kerja Aceh atau lokal, jangan sampai hasil Aceh di keruk, masyarakat nya kelaparan,” tandasnya.

Baca Juga : Neraca Perdagangan Sumut Surplus US$685,23 Juta, Dipicu Lonjakan Ekspor 46,29 Persen ​

(cw1/Nusantaraterkini.co)