Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Sepekan Dirawat, Siswa SMPN 19 Korban Bullying Meninggal Dunia

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Suasana rumah duka almarhum siswa SMPN 19 Tangsel yang mengalami bullying. (Foto: Dok. Istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

nusantaraterkini.co, TANGERANG SELATAN Kabar duka datang dari keluarga MH (13), siswa SMPN 19 Tangerang Selatan yang menjadi korban perundungan. Setelah menjalani perawatan intensif selama sepekan, MH menghembuskan napas terakhir di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Minggu pagi (16/11/2025).

Kuasa hukum keluarga, Alvian, membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, informasi awal diterima keluarga melalui paman korban yang sejak awal mendampingi MH di rumah sakit.

“Sekitar pukul enam pagi, keluarga mendapat kabar dari paman korban di RS Fatmawati,” ujar Alvian saat dikonfirmasi, Minggu (16/11/2025).

Baca Juga : Imigrasi Ungkap Sindikat Love Scamming di Semarang, Empat WN China dan 2 WNI Diamankan

Mendengar kabar duka itu, pihak keluarga langsung menuju rumah sakit untuk menjemput jenazah MH.

“Keluarga masih dalam perjalanan ke rumah sakit,” tambahnya.

Keluarga memohon doa dari masyarakat agar MH mendapat tempat terbaik dan mereka diberi ketabahan menghadapi musibah ini.

Baca Juga : Modus Dukun Gadungan, Lansia di Samosir Kehilangan Uang dan Emas Rp248 Juta, Pelaku Ternyata Teman Sendiri

Sebelumnya, MH dilaporkan mengalami serangkaian aksi bullying sejak masa MPLS. Puncak kekerasan terjadi pada Senin (20/10/2025), ketika kepalanya diduga dipukul menggunakan bangku besi oleh teman sekelasnya.

Kakak korban, Rizki, menceritakan kondisi adiknya sempat memburuk drastis setelah kejadian tersebut. Tubuh MH melemah, sulit digerakkan, bahkan nyaris lumpuh.

“Yang paling parah pas dipukul kursi di kepala. Adik saya baru berani cerita waktu kondisinya sudah benar-benar sakit,” jelas Rizki pada Senin (10/11/2025) lalu.

Baca Juga : Gempa Magnitudo 4.3 Guncang Bener Meriah, Getaran Terasa hingga Takengon

Sebelum dirawat di RS Fatmawati, MH sempat mendapatkan perawatan medis di salah satu rumah sakit swasta di Tangerang Selatan. Namun kondisi yang terus menurun membuatnya harus dirujuk ke Jakarta.

“Sekarang keadaannya sangat memprihatinkan. Badannya lemas, tidak bisa berjalan, mata mulai rabun, sering pingsan, dan sulit makan,” kata Rizki sebelum MH meninggal.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Dini Hari di Medan Tembung, Empat Pemuda Diamankan