nusantaraterkini.co, MEDAN - Israel menyerang sebuah sekolah di Gaza, Palestina, yang dialihfungsikan sebagai tempat pengungsi warga untuk berlindung.
Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza, serangan pada Sabtu (6/7/2024) itu menewaskan belasan orang.
Kemenkes mengutuk serangan itu, dan menyebutnya sebagai "pembantaian yang keji". Mereka mengatakan 50 orang lainnya yang terluka dibawa ke rumah sakit dari sekolah Al-Jawni di Nuseirat di Gaza tengah.
Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas dalam Insiden Penembakan di Hebron, Israel Sebut Salah Identifikasi
Militer Israel belum memberikan komentar mengenai serangan tersebut.
Kantor pers pemerintah yang dikelola Hamas mengatakan ada 7.000 orang berlindung di sekolah tersebut.
Sebelumnya, paramedis mengatakan 10 orang, termasuk tiga jurnalis, tewas dalam serangan terhadap sebuah rumah di Nuseirat.
Baca Juga : Israel Klaim Tewaskan Pemimpin Baru Sayap Militer Hamas dalam Operasi di Gaza
Badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, mengatakan dua pekerjanya tewas dalam serangan di Al-Bureij di Gaza tengah. Badan tersebut memiliki gudang makanan besar di distrik tersebut.
“Sama sekali tidak ada tempat di Jalur Gaza yang aman,” kata juru bicara pertahanan sipil Mahmud Bassal.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas Usai Kendaraan Keluarga Ditembaki Tentara Israel
