Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Siapa Saja Boleh Remehkan Gibran, Nusron Wahid : Kita Buktikan di Arena Debat Cawapres

Editor :  Redaksi2
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka tiba di Gedung KPU untuk mengikuti Debat Perdana Capres Pemilu 2024 di Jakarta, Selasa (12/12/2023).Debat perdana tersebut mengangkat topik masalah pemerintahan, hukum HAM, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, serta peningkatan layanan publik dan kerukunan warga. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nz(ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Nusron Wahid mempersilaHkan siapapun untuk meremehkan Gibran yang akan segera menghadapi debat cawapres

Nusron mengatakan, semua akan terbukti di arena debat cawapres pada 22 Desember 2023.

"Underestimate (meremehkan) boleh-boleh saja. Yang penting kan faktanya dan buktinya, kita buktikan dalam arena debat nanti. Kalau enggak yakin, ngapain nyalon?" ujar Nusron saat ditemui di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (17/12/2023), dilansir Kompas.com

Baca Juga : TKN Sebut Setelah Prabowo Ditetapkan Jadi Presiden Terpilih, Pasti Banyak Kejadian Politik

Nusron menegaskan, penampilan cawapres nomor urut 2 di debat itu belum bisa dinilai karena belum terlaksana.

Maka dari itu, Nusron meminta agar Gibran tidak dicap macam-macam sebelum pelaksanaan debat cawapres dimulai.

"Debat ini, sekali lagi, pertama, enggak ada kalah menang, enggak ada lawan berat maupun lawan ringan. Karena debat itu bukan mencari siapa menang, siapa kalah," tutur dia. Menurut Nusron, tujuan utama dari debat adalah untuk mengelaborasi program dan visi-misi kepada masyarakat.

Baca Juga : MK Tolak Permohonan Kubu 01 dan 03, TKN Minta KPU Segera Mensahkan Prabowo Gibran Jadi Presiden dan Wapres

Untuk itu, Nusron meminta agar membiarkan masyarakat yang menilai sendiri, calon mana yang lebih apik dalam menyampaikan visi-misi. "Ada kalah menang, memang ini lomba? Anda wasitnya gitu? Yang menilai biar rakyat dia lebih senang mana. Debat itu segmennya audiensnya rakyat," imbuh Nusron. (rsy/nusantaraterkini.co)