Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Sikapi Polemik Muswil PPP Sumut, Ustor: Kita Mengambil Kisah Nabi Sulaiman

Editor :  hendra
Reporter :  Muhammad Ardiansyah
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Peserta Muswil PPP Sumut diabadikan usai mengikuti agenda tersebut di Balige, Minggu (8/2/2026) lalu. Sekretaris PPP Sumut, Usman Effendi Sitorus menegaskan pihaknya menolak Muswil tersebut. (foto: istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sumut memilih diam dan tidak mengakui hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) dari kubu Sarmadan Nur, yang dilaksanakan di Balige beberapa waktu lalu. 

Sekretaris PPP Sumut, Usman Effendi Sitorus, mengibaratkan sikap diam itu seperti kisah perebutan dua orang ibu terhadap seorang anak pada zaman Nabi Sulaiman.

"Kita cinta sama partai ini. Kenapa kita diam begitu? Kita mengambil kisah Nabi Sulaiman. Dua orang ibu yang memperebutkan seorang anak dan ingin dibelah dua. Salah satu ibu tidak rela dan ibu yang satunya mau karena berfikir itu adil," kata Usman saat dikonfirmasi Nusantaraterkini.co, Senin (16/2/2026).

Baca Juga : PPP Medan Tolak Muswil Sumut di Balige, Abdul Rani Sebut Abal-abal dan Inkonstitusional

Usman menyampaikan, pihaknya sejak awal sudah tidak mengakui adanya penunjukan pelaksana tugas (plt) terhadap Ketua DPW PPP Sumut Jafaruddin Harahap termasuk pelaksanaan Muswil di Balige.

"Dari awal, 'kan, kita sudah menolak surat DPP yang berkaitan dengan plt. Kita gak ada (melakukan upaya hukum), karena kita tidak mengakui mereka dan hasil Muswilnya. Mau si ini jadi ketua, mau si ini yang jadi sekretaris, ya itu terserah mereka," ucap Usman.

Ia menambahkan, kepengurusan DPW PPP Sumut di bawah komando Jafaruddin Harahap pun tetap berjalan seperti biasanya. Hal itu karena masa bakti masih tersisa enam bulan lagi dan berakhir Agustus 2026.

Selain DPW, Usman klaim seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota se Sumut turut melakukan penolakan terhadap hasil-hasil Muswil Balige.

"Surat penunjukan plt itu kita lakukan keberatan. Kemudian diikuti seluruh DPC yang memberikan surat dan menandatangani, menolak plt itu," katanya.

Lebih jauh politisi yang karib disapa Ustor itu menyayangkan intrik-intrik yang terjadi di internal PPP. Apa lagi dengan kondisi target yang belum tercapai dalam Pemilu lalu.

"PPP ini udah burem, ribut lagi, itu kita dengar. Kita sayang sama partai ini, makanya kita gak mau ribut-ribut. Kita imbau kepada para kader, sadarlah, jangan konflik di DPP itu merambat ke bawah," tutupnya.

(Cw2/Nusantaraterkini.co).