Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Soal Isu Darurat Militer, Wakil Panglima: TNI Taat Konstitusi!

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Luki Setiawan
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menegaskan, TNI sangat patuh serta taat konstitusi dan tidak mungkin TNI keluar menyimpang dalam persoalan pengamanan di tanah air.

Hal ini disampaikan Jenderal TNI Tandyo Budi menanggapi perihal isu darurat militer mendadak menjadi perbincangan hangat dan menembus trending topic di platform X (dulu Twitter) beberapa hari setelah gelombang protes berujung pada penjarahan rumah pejabat di Jakarta beberpa hari ke belakang.

Baca Juga : Israel Hancurkan 1.000 Bangunan di Gaza, Ratusan Warga Tertimbun Reruntuhan

"TNI taat konstitusi TNI sangat solid dan kuat Bersama Mabes TNI serta Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang tentu dalam satu koridor semuanya. Kalau ada anggapan seperti itu sangat salah dan jauh dari apa yang kita lakukan," kata Jenderal TNI Tandyo di Gedung DPR, Senin (1/9/2025).

Mantan Wakil KSAD ini menyampaikan pada saat tanggal 30 Agustus 2025, Presiden memanggil Panglima TNI dan Kapolri menyampaikan itu dan setelah itu semua (TNI-Polri) solid jadi satu, bagaimana untuk mengelola sama-sama.

Baca Juga : Ulasan Perjalanan Kasus TNI AD Tembak Anak SMP hingga Vonis Pengadilan Militer

"Kita semua ini taat konstitusi, dan kalaupun TNI memberikan bantuan kepada institusi lain tentunya dalam regulasi dan permintaan itu sendiri," tegasnya.

"Dan sama sekali kita (TNI) tidak mau mengambil alih tidak ada. Dan saya sampaikan di depan itu Polri dulu, baru kalau ada kondisi seperti ini jadi satu dengan Polri dan tidak ada kita ingin mengambil," tandasnya. 

Sebelumnya diberitakan, Isu darurat militer mendadak menjadi perbincangan hangat dan menembus trending topic di platform X (dulu Twitter) pada Minggu siang, 31 Agustus 2025. 

Baca Juga : IDF Nyatakan Akan Segera Memulai Serangan Baru untuk Kuasai Kota Gaza

Kekhawatiran publik mencuat setelah gelombang protes berujung pada penjarahan rumah pejabat di Jakarta.

“Yang mencurigakan adalah… ini kawasan elit, tidak mungkin tidak ada pengawasan polisi di situ. Kecuali memang ada ‘oknum’ yang sengaja mengkambinghitamkan pendemo, lalu muncullah isu ‘darurat militer’. Sniper-sniper sudah pada set up di atas gedung. Tetap waspada, jangan terpecah belah. Belajar dari ’98,” tulis akun X @Wida*** 

(cw1/nusantaraterkini.co)