Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Soal Kenaikan Harga Beras, Dedi Iskandar Batubara Pertanyakan Keseriusan Pemerintah

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota DPD dari Sumatera Utara (Foto: istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Soal Kenaikan Harga Beras, Dedi Iskandar Batubara Pertanyakan Keseriusan Pemerintah

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota DPD RI Dedi Iskandar Batubara mempertanyakan keseriusan Pemerintah dalam menangani persoalan kenaikan harga beras.

Baca Juga : Hadir di Musda XXII, Rico Waas Puji Sikap Objektif Al Washliyah dalam Mengawal Pembangunan Kota Medan

Sebab, menurut dia, masalah seperti ini tidak pernah ada ujung atau solusinya dalam mengatasi persoalan yang terjadi.

Baca Juga : Senator Dedi Iskandar Batubara Serahkan Bantuan Kepada Korban Banjir di Langkat Sumut

"Saya kira menarik membahas isu beras ini, dan saya kira memang ini kan peristiwa yang terulang setiap tahun, saat mau masuk Ramadan, harga beras biasanya cenderung akan naik," katanya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (6/4/2024).

"Tetapi yang menjadi persoalan tentunya menurut saya pemerintah sepertinya tidak punya skema yang tuntas. Kalau memang peristiwa ini terus terulang setiap tahun selalu ada siklus kenaikan, harga pokok lainnya, mengapa pemerintah tidak menyiapkan perangkat yang cukup. Jadi menurut saya pemerintah seperti tidak serius," sambungnya.

Baca Juga : Firman Soebagyo: Penumpukan Beras Terlalu Lama Bisa Picu Kenaikan Harga

Dedi yang juga senator asal Sumatera Utara (Sumut) ini mengaku tambah heran, karena bila harga beras naik seharusnya petani juga akan sejahtera. Tetapi faktanya, bahwa petani itu tidak terdampak sama sekali bahkan cenderung tetap berada pada posisinya yang miskin.

Baca Juga : Tinjau Stok Beras di Sumut, Sugiat Santoso Soroti Urgensi Penambahan Gudang

"Ada yang keliru menurut saya, ketika hari ini pemerintah memberikan ini semua kepada pasar yang tidak bisa dikendalikan. Lalu, kemudian kesalahannya itu ditimpakan kepada peristiwa alam El Nino, kok kasihan sekali El Nino nya selalu jadi korban setiap ada kenaikan harga beras," tegasnya.

(Cw1/nusantaraterkini.co)