Nusantaraterkini.co, MEDAN – Aksi Kamisan kembali digelar di titik Nol Kota Medan, Kamis (25/9/2025).
Sejumlah aktivis berbaris dengan poster bernada kritik, menyerukan solidaritas untuk masyarakat adat Sihaporas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Mereka menilai negara absen dalam melindungi warga dari kekerasan yang diduga dilakukan oleh PT Toba Pulp Lestari (TPL) pada Senin, 22 September 2025, lalu.
Dalam peristiwa itu, sebanyak 33 warga disebut terluka, satu orang hilang, dan empat rumah mengalami kerusakan. Para aktivis menuding perusahaan pulp dan rayon tersebut mengerahkan orang-orangnya untuk menyerang masyarakat adat.
“Harusnya negara dengan aparat kepolisian melakukan pengamanan agar tidak terjadi kekerasan. Tapi nyatanya, tidak ada kehadiran polisi, tidak ada kehadiran negara untuk meredam perlakuan kekerasan itu,” ujar aktivis HAM Aulia Rahman dalam orasinya.
Baca Juga : Kontras Sumut Sebut Negara Lakukan Pembiaran Konflik Masyarakat Adat dengan PT TPL
Baca Juga : IMM Sumut: Tutup TPL, Kekerasan terhadap Masyarakat Adat Adalah Kejahatan Kemanusiaan!
Kritik serupa disampaikan Gana, salah satu peserta aksi. Menurutnya, pemerintah kerap menutup mata atas konflik yang terus berulang.
“Konflik terus saja terjadi, namun negara tidak pernah hadir. Itu yang menjadi dasar kemarahan kita selama ini,” katanya.
Aksi Kamisan di Medan berlangsung damai. Lalu lintas di sekitar kawasan Titik Nol tetap lancar selama unjuk rasa berlangsung.
(cw7/nusantaraterkini.co)
