Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Status Gunung Sorik Marapi Naik Jadi Waspada, Warga Dilarang Mendekat Radius 1,5 Km

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Muhammad Reza
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Potret di puncak Gunung Sorik Marapi, di Mandailing Natal. (Foto: istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, MADINA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi menaikkan status aktivitas Gunung Sorik Marapi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) sejak, Jumat (3/4/2026) pukul 21.00 WIB.

Keputusan diambil menyusul adanya peningkatan aktivitas kegempaan yang signifikan di gunung tersebut.

Baca Juga : Gunung Sorik Marapi Waspada, Warga Dilarang Mendekat Radius 1,5 Kilometer

Hal ini mengindikasikan adanya migrasi magma dari kedalaman menuju permukaan. Kondisi ini berpotensi memicu erupsi freatik maupun semburan lumpur.

Baca Juga : SMSI Madina Laksanakan Qurban di Masjid Madinatul Mukhlisin

Berdasarkan data dari Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, tercatat lonjakan gempa yang cukup tajam. Dalam dua hari terakhir terjadi 115 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 4 kali gempa terasa.

Hingga pukul 18.00 WIB, terekam kembali 49 kali gempa vulkanik dalam dengan intensitas hingga Skala IV MMI.

Baca Juga : Dituduh Rebut Warisan, Sakti Matondang Beberkan Kronologinya

Menanggapi hal tersebut, Bupati Madina, Saipullah Nasution langsung menginstruksikan jajarannya untuk menyebarluaskan informasi ini ke seluruh wilayah terdampak.

“Kami telah menginstruksikan jajaran untuk meneruskan imbauan tersebut kepada seluruh lapisan masyarakat guna meningkatkan kewaspadaan bersama,” ujar Camat Puncak Sorik Marapi, Yanjahudin, Sabtu (4/4/2026).

Baca Juga : Diwariskan dari Sang Ayah, Presiden Prabowo Sandang Marga Rangkuti

Sehubungan dengan status Waspada ini, pemerintah juga mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting. Masyarakat dan wisatawan dilarang keras melakukan aktivitas dalam radius 1.500 meter dari pusat kawah utama.

Baca Juga : Pemkab Madina Raih WTP Keempat Secara Berturut

Selain itu, area Kawah Sibanggor Tonga dan Kawah Sibanggor Julu harus segera dikosongkan untuk menghindari potensi bahaya gas beracun dan semburan lumpur yang bisa terjadi tiba-tiba.

“Semua pihak diminta menjaga situasi kondusif dan tidak menyebarkan berita bohong (hoax). Percayalah hanya pada informasi resmi melalui Website Magma Indonesia atau kanal resmi Badan Geologi,” tegasnya.

Sementara itu, pantauan wartawan di lapangan pada Sabtu pagi, aktivitas warga di sejumlah desa di lereng gunung masih berjalan seperti biasa dan belum ada warga yang mengungsi.

Namun, sebagian besar warga mengaku belum mengetahui informasi perubahan status gunung tersebut.

(mra/Nusantaraterkini.co)