Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Stok Beras di Gudang Bulog Sumsel Babel Melimpah, DPR RI Minta Stok Lama Disalurkan

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Adetia Purwaningsih
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, meminta Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) untuk segera mendistribusikan cadangan pangan yang telah mendekati usia satu tahun guna memberi ruang bagi penyerapan hasil panen petani pada musim mendatang. 

“Kami mendorong kementerian terkait dan Bulog untuk segera menyusun langkah agar beras yang usianya hampir satu tahun bisa segera keluar dari gudang. Jangan sampai gudang penuh dan tidak tersedia lagi ruang untuk menyimpan hasil panen baru, mengingat tahun ini Bulog juga mendapat penugasan menyerap beras maupun jagung,” ujar Alex Indra Lukman saat diwawancarai usai meninjau langsung kualitas stok beras di Gudang Bulog Sukamaju, Palembang, Selasa (24/2/2026).

Baca Juga : IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp18.000/Dolar AS, DPR Minta Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor

Meskipun demikian, Alex juga memberikan apresiasi terhadap manajemen perawatan gudang Bulog Sumsel Babel yang dinilai sangat baik dalam menjaga kualitas beras meski telah disimpan dalam waktu lama.

Baca Juga : DPR Ingatkan Lonjakan Dolar AS Ancam Ketahanan Pangan, Minta Pemerintah Kurangi Ketergantungan Impor

Menanggapi hal tersebut, Direktur SDM dan Umum Bulog, Sudarsono Hardjoesoekarto menyampaikan jika secara nasional Bulog akan segera menyalurkan sekitar 660 ribu ton beras melalui program bantuan pangan pada periode Februari-Maret. 

Dari total 15.000 ton stok di Gudang Sukamaju, Palembang terdapat sekitar 5.000 ton beras lama yang diprioritaskan keluar lebih dulu melalui program SPHP dan Gerakan Pangan Murah.

Baca Juga : Jaga Stabilitas Harga, Bulog Sumsel Babel Optimalkan Penyaluran Beras SPHP

“Bulog sudah menyiapkan kemasan secara nasional sejak beberapa minggu lalu. Beras yang akan dikeluarkan tentu diprioritaskan yang usianya lebih lama, yakni melalui bantuan pangan, program SPHP, dan Gerakan Pangan Murah. Begitu anggaran tersedia dan penugasan resmi diterbitkan, seluruh proses sudah siap dijalankan karena data penerima sudah siap dan petugas distribusi telah disiagakan hingga ke tingkat desa,” imbuhnya.

Baca Juga : Firman Soebagyo: Penumpukan Beras Terlalu Lama Bisa Picu Kenaikan Harga

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Bulog Kanwil Sumsel Babel, Mersi Windrayani memastikan stok beras di Sumsel saat ini mencapai 79 ribu ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga enam bulan ke depan, termasuk menghadapi Hari Raya Idulfitri. 

Untuk wilayah Sumsel, tercatat ada sekitar 505 ribu keluarga penerima manfaat yang akan menerima total alokasi 20 ribu ton beras bantuan pangan.

Baca Juga : Bulog Sumsel Babel Serap 99.466 Ton Beras Petani hingga Juni 2026

“Stok kami sangat siap dan mencukupi. Kami masih menunggu penugasan resmi untuk alokasi Februari dan Maret, mudah-mudahan segera ditetapkan sehingga penyaluran bisa langsung dilakukan, terlebih stok akan terus bertambah seiring penyerapan hasil panen yang saat ini merata di berbagai wilayah,” pungkasnya.

 (Tia/Nusantaraterkini.co)