Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Strategi Ekonomi Akar Rumput: Mendes Yandri Susanto Pacu Kemandirian Desa Lewat Kopdes Merah Putih

Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Mendes PDT Yandri Susanto, saat kunjungan kerja di Bengkulu Selatan, Sabtu (21/3/2026).(foto:rmol)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, ​BENGKULU–Upaya memperkuat kedaulatan ekonomi dari wilayah pinggiran kini menjadi fokus utama pemerintah melalui penguatan kolaborasi internasional dan kelembagaan lokal. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan bahwa perangkat desa harus jeli menangkap peluang kerja sama global, termasuk dukungan dari World Bank yang akan mengucurkan bantuan langsung untuk pembangunan desa

Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Bengkulu Selatan, Sabtu (21/3/2026), politisi PAN ini mengingatkan bahwa persiapan matang sangat krusial agar aliran dana bantuan tersebut benar-benar menyentuh sasaran dan memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

Baca Juga : DPR Tegaskan Isu Penutupan Alfamart–Indomaret Hoaks, Wacana Pembatasan Gerai Desa Jadi Sorotan

​Selain dukungan internasional, Yandri secara khusus menyoroti pentingnya menyukseskan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai instrumen vital dalam program prioritas pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. 

Kehadiran Kopdes ini dipandang bukan sekadar lembaga keuangan biasa, melainkan implementasi nyata dari Asta Cita ke-6 yang berfokus pada pembangunan ekonomi dari bawah. Menurut Yandri, koperasi desa adalah senjata utama negara dalam mengikis angka kemiskinan dan memastikan distribusi kekayaan tidak hanya berpusat di perkotaan, tetapi merata hingga ke pelosok nusantara.

Baca Juga : DPD-Kemendes Sepakati Green Village sebagai Model Pembangunan Desa Masa Depan

​Dalam keterangannya, Yandri menjelaskan bahwa logika dasar dari Kopdes Merah Putih adalah menciptakan ekosistem ekonomi yang tertutup namun produktif di tingkat desa. Dengan adanya koperasi, perputaran uang hasil bumi dan jasa tidak akan lari keluar daerah, melainkan tetap beredar di lingkungan desa itu sendiri. 

Baca Juga : Yahdil Abdi Harahap SH MH: Mendes Yandri Ingin Pendamping Desa Diisi Kaum Profesional dan Enerjik

"Ini adalah peluang besar yang harus disiapkan secara matang oleh perangkat desa agar pemanfaatannya tepat sasaran," ujar Yandri Susanto seperti dilansir RMOL.

Ia optimis bahwa kemandirian ekonomi akan tercapai jika modal dan keuntungan tetap dikelola secara internal oleh warga desa.

Baca Juga : Kasus Mendes Yandri, Pengamat: Prabowo Harus Tindak Tegas

​Pernyataan Yandri tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pemerintah pusat memberikan mandat penuh kepada desa untuk menjadi motor penggerak ekonomi nasional. 

Kopdes diharapkan menjadi wadah bagi warga desa untuk bersatu mengelola potensi lokal, sehingga tercipta ketahanan ekonomi yang tangguh dalam menghadapi fluktuasi pasar global. Dengan memastikan modal tetap berada di wilayah asal, keuntungan yang dihasilkan pun akan kembali dinikmati oleh masyarakat dalam bentuk pembangunan sarana prasarana maupun peningkatan daya beli.

Baca Juga : DPR Tekankan Rekrutmen 30.000 Manajer Kopdes Merah Putih Harus Bebas Titipan

​Menutup arahannya, Menteri Desa mengingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada integritas dan profesionalisme para kepala desa beserta perangkatnya. Ia berharap Kopdes Merah Putih dapat menjadi warisan pembangunan yang kokoh bagi generasi mendatang di pedesaan. 

Baca Juga : Prabowo Targetkan 60 Ribu Kopdes Merah Putih Bakal Beroperasi hingga Akhir 2026

"Karena uangnya berputar di desa, keuntungannya ada di desa," pungkas Yandri.

(Emn/Nusantaraterkini.co)