Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Partai NasDem adalah parpol sebelumnya mendukung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta. Namun menjelang pendaftaran Agustus ini melalui pernyataan Ketum Surya Paloh menyatakan memberikan dukungan kepada Ridwan Kamil (RK) dan bergabung ke parpol Koalisi Indonesi Maju (KIM).
Menanggapi itu, Pengamat politik Ujang Komaruddin menilai, bukan sesuatu hal aneh dan heran jika NasDem mendukung calon diusung oleh parpol Koalisi Indonesia Maju yakni Ridwan Kami (RK) di Jakarta.
Baca Juga : Sebut Putusan MK Soal Jakarta Selaras Undang-Undang, Pengamat: Anies Sejak Lama Paham Regulasi IKN
Karena memang Nasdem ketika atau pasca pengumuman pemenang Pemilu Prabowo-Gibran di KPU langsung bertemu Prabowo di Kartanegara dan menyatakan NasDem mendukung Pemerintahan Prabowo-Gibran.
Baca Juga : NasDem Dukung Usulan KPK: Capres Harus Berasal dari Kader Partai Politik
Sehingga dalam konteks mendukung Prabowo Gibran maka otomatis NasDem masuk KIM atau masuk koalisi pendukung Pemerintah. Nah, kalau sudah menyatakan gabung ke Pemerintah maka NasDem sudah masuk dalam Koalisi Indonesia maju bersama Prabowo, Gerindra dan lain-lain.
"Jadi, misalkan saat ini NasDem memberikan sinyal figur atau tokoh diusung parpol KIM itu memang secara politik fatsunya harus begitu. Partai yang mendukung dan gabung ke Pemerintah kandidat calon di Pilkada dalam konteks apapun itu ikut harus gabung dengan kubu Pemerintah dan seperti itu logikanya," katanya kepada Nusantaraterkini.co, Kamis (15/8/2024).
Baca Juga : Surya Paloh: Tak Usah Pikirkan NasDem Harus Dapat Kursi Menteri di Pemerintahan Prabowo Subianto
Justru aneh, menurut Ujang kalau NasDem mendukung yang lain katakanlah Anies Baswedan. Karena bekas capres ini bukan bagian daripada Pemerintah.
Baca Juga : Prabowo Subianto Ajak Rakyat Bersatu dan Hargai Kepemimpinan Jokowi
"Nah, ini saya melihat sesuatu yang normal serta rasional saja kalau NasDem misalkan RK akhirnya di dukung parpol KIM maka mau tidak mau harus mendukung dan jadilah parpol KIM Plus dimana ada NasDem, PKB dan PKS masuk Pemerintah seperti itu," tegasnya.
"Jadi, kembali saya melihat dan menilai itu bukan sesuatu yang heran memang konteks logika NasDem mendukung Pemerintah maka di Pilkada haruslah ikut KIM di wilayah-wilayah tertentu," tandasnya.
Baca Juga : Ridwan Kamil Dikabarkan Digugat Cerai Atalia Praratya di PA Bandung
Sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberi sinyal partainya bakal bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan mendukung mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil) di Pilkada Jakarta 2024.
Baca Juga : Bareskrim Polri Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Lisa Mariana Terkait Kasus Ridwan Kamil
"Saya pikir itu sudah jelas," kata Surya Paloh.
Menurut dia, dalam pencalonan perlu adanya saling melengkapi. Surya Paloh menilai semua pihak pasti berpikir untuk mencapai tujuan bersama.
"Saya sudah katakan tadi berulang kali bahwa di dalam pencalonan ya ini bukan hanya NasDem sendiri, supaya ini harus ada kelengkapan, jadi saling melengkapi, saling pengertian. Saya berpikir positif, semuanya tentu berpikir bagaimana yang terbaik ya yang bisa diberikan parpol dalam peran bersama," ujarnya.
Surya Paloh menegaskan sejak awal partainya memposisikan diri berada di dalam pemerintahan saat ini.
"Itu sudah saya jelaskan sejak awal, artinya terlepas dari soal itu, NasDem memposisikan diri langsung untuk berada dalam pemerintahan," ucapnya.
Informasi NasDem bakal bergabung ke KIM santer diberitakan media dalam beberapa hari ke belakang. Peluang NasDem merapat muncul setelah Ketua Harian Gerindra Dasco mengungkap bakal ada partai politik (parpol) bergabung ke KIM Plus.
Meski tak menyebut secara gamblang parpol mana yang kemungkinan bergabung, nama NasDem selalu dikaitkan dengan salah satu parpol yang paling berpeluang masuk ke KIM Plus untuk mengusung Ridwan Kamil pada Pilgub Jakarta.
(cw1/Nusantaraterkini.co)
