Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ketum Partai NasDem Surya Paloh mengaku sungkan meminta jatah menteri kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto usai resmi mendukung.
Pengamat Politik Universitas Padjajaran (Unpad) Idil Akbar menilai pernyataan sungkan Surya Paloh untuk meminta jatah Menteri kepada Prabowo hanya sebuah kiasan saja, karena tidak ada parpol masuk ke Pemerintahan tidak menyodorkan nama kepada Presiden untuk membantu di Pemerintahanya.
Baca Juga : GREAT Institute: 'State-Driven Economy' Strategi Prabowo Atasi Ketimpangan dan Ketergantungan Global
"Kalau sungkan ya jangan ikut masuk koalisi Pemerintah," kata Idil kepada Nusantaraterkini.co, Jumat (3/5/2024).
Baca Juga : Kasus Korupsi BGN, Pakar: Bisa Jadi Pintu Masuk Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis
Idil menuturkan, politikus sekelas Surya Paloh menyebut kata sungkan soal kursi menteri hanya sebatas kiasan saja. Pasalnya, sosok beliau adalah orang sudah malang melintang di percaturan politik nasional.
Jadi, kalau Surya Paloh bilang seperti itu beliau kan bukan politikus karbitan, dan bahasa dia semacam itu bagian dari negosiasi. Ingat NasDem kan bergabung dengan Prabowo demi bangsa," tegasnya.
Baca Juga : Surya Paloh: Tak Usah Pikirkan NasDem Harus Dapat Kursi Menteri di Pemerintahan Prabowo Subianto
Sebelumnya, Partai NasDem resmi menyatakan dukungan terhadap Presiden dan Wakil Presiden Terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Meski begitu, Ketua Umum NasDem Surya Paloh mengaku sungkan meminta jatah menteri ke Prabowo.
Baca Juga : Prabowo Subianto Ajak Rakyat Bersatu dan Hargai Kepemimpinan Jokowi
Surya Paloh mengaku belum ada pembahasan soal kursi menteri dengan Prabowo. Ia juga mengaku belum tahu akan atau tidaknya pembahasan tersebut.
"(Pembahasan) Belum. Kita belum tahu, memang yang punya otoritas untuk itu kan kalian tahu," katanya.
Baca Juga : Erick Thohir Soroti Peran Diplomasi Olahraga dalam Perkuat Hubungan Antarnegara
Paloh mengaku bersahabat lama dengan Prabowo. Namun ia sungkan meminta jatah menteri ke Prabowo.
Baca Juga : Mendagri: Bantuan dari Red Crescent UEA Tak Dikembalikan, Disalurkan Lewat Lembaga Kemanusiaan Muhammadiyah
"(Iya) Sahabat. Ya (minta) kan ada perasaan sungkan-sungkan juga kan ha-ha-ha," tuturnya.
(cw1/nusantaraterkini.co)
