Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tak Ada Kepastian, Seratusan Massa Aksi Duduki Kantor Pemkot Binjai Minta Fasilitasi Komunikasi dengan Wali Kota

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Suasana aksi unjuk rasa Mahasiswa dan pedagang kaki lima di depan kantor Wali Kota Binjai, Senin (27/4/2026). (Foto: Hendra/nusantaraterkini.co).
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, BINJAI – Gelombang aksi unjuk rasa yang dilakukan para Pedagang Kaki Lima (PKL) bersama mahasiswa di Kantor Pemerintah Kota Binjai, Senin (27/4/2026), terus berlanjut dan semakin memanas.

Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Forum Pedagang Kaki Lima Kota Binjai memilih bertahan di halaman kantor wali kota. Di bawah terik matahari, mereka tetap bertahan dengan bekal seadanya, sebagian hanya membawa air mineral.

Koordinator aksi, Edward Gurki, menegaskan bahwa mereka tidak akan meninggalkan lokasi sebelum tuntutan dipenuhi. Ia mendesak Wali Kota Binjai segera mengambil sikap terkait nasib para pedagang.

Baca Juga : Unjuk Rasa di Binjai Ricuh, Massa Robohkan Gerbang Kantor Wali Kota Saat Demo Pedagang dan Mahasiswa

Menurutnya, pihaknya sempat mendapat informasi bahwa wali kota sedang berada di luar daerah. Namun, massa tetap meminta agar dilakukan komunikasi, setidaknya melalui sambungan video bersama Sekda dan jajaran OPD untuk mencari solusi.

“Kami siap berdialog, tapi wali kota harus ikut, walaupun lewat video call. Kami butuh kepastian,” ujar Gurki.

Ia juga menyinggung sikap kepala daerah lain yang dinilai responsif terhadap masyarakat, sebagai contoh kepemimpinan yang diharapkan terjadi di Binjai.

Baca Juga : Apresiasi Kebijakan Wali Kota Binjai, Calon Ketua DPD KNPI Binjai Randi Permana: Solusi PKL Lebih Humanis dan Berkelanjutan

Massa menegaskan akan terus bertahan jika wali kota tidak memberikan tanggapan. Mereka berharap dapat kembali berjualan di lokasi semula, setelah sebelumnya ditertibkan oleh Satpol PP.

Aksi yang diikuti sekitar 100 orang ini awalnya berlangsung di depan Kantor Wali Kota Binjai di Jalan Jenderal Sudirman sejak pukul 10.00 WIB. Mereka datang menggunakan sepeda motor dan mobil pick up, lengkap dengan pengeras suara, spanduk, dan poster berisi tuntutan.

Situasi mulai memanas ketika terjadi aksi saling dorong antara massa dan petugas keamanan di pintu gerbang kantor. Ketegangan meningkat setelah wali kota tidak hadir menemui massa.

Bahkan, seorang perwakilan pemerintah yang diutus untuk berdialog justru ditolak oleh pengunjuk rasa.

Puncaknya, massa yang kecewa meluapkan emosi dengan merobohkan dua pintu gerbang Kantor Pemko Binjai hingga ambruk.

(Dra/nusantaraterkini.co).