Nusantaraterkini.co, SEMARANG - Banjir kembali melanda wilayah Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, setelah tanggul Sungai Tuntang jebol pada Senin (16/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Akibatnya, Jalan Raya Semarang–Purwodadi yang menjadi jalur utama penghubung antarwilayah terendam air dan tidak bisa dilintasi kendaraan.
Ruas jalan provinsi tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Kota Semarang dengan Kabupaten Grobogan hingga Kabupaten Blora. Lumpuhnya jalur ini membuat arus transportasi terganggu dan memicu antrean kendaraan dari dua arah.
Sekretaris Desa Tinanding, Baku Sujarwo, mengungkapkan bahwa titik tanggul yang jebol berada di lokasi yang sama seperti kejadian tahun lalu. Air dengan cepat meluap ke permukiman warga dan area persawahan di sekitarnya.
Baca Juga : Banjir Grobogan Meluas ke Hilir: 9.000 KK Terdampak dan Tanggul Jebol di 10 Kecamatan
“Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB dan lokasinya sama seperti tahun kemarin,” ujarnya.
Data sementara mencatat sebanyak 277 rumah terdampak dengan total 838 jiwa harus menghadapi genangan air setinggi kurang lebih 60 sentimeter. Selain itu, sekitar 30 hektare lahan persawahan ikut terendam.
Wilayah yang terdampak meliputi Dusun Rejosari RT 001, 002, 003, dan 004 RW 002, serta Dusun Mlati RT 001 dan 002 RW 003. Hingga kini, proses evakuasi warga masih terus dilakukan ke lokasi pengungsian yang telah disiapkan.
Baca Juga : Sebanyak 2.263 Rumah di Grobogan Kebanjiran
Petugas bersama warga setempat berupaya mengamankan barang-barang serta membantu kelompok rentan agar segera dievakuasi. Sementara itu, pengguna jalan diimbau mencari jalur alternatif hingga kondisi air surut dan penanganan tanggul selesai dilakukan.
(Dra/nusantaraterkini.co).
